Friday, June 20, 2008

Social Media Marketing: More Than Blogger Relations

Judul ini terinspirasi dari Geoff Livingston, ini sangat menarik, dan memang menggelitik pemikiran saya beberapa waktu belakangan ini. Walaupun saat ini, blogger sedang menjadi primadona. Sudah saatnya memikirkan cara lain untuk melakukan pendekatan ke online social media.

Sebenarnya sebagai pemasar kita sedang mencari orang-orang berpengaruh yang menjadi konektor, di dalam komunitas dan lingkungan sosialnya. Blogger hanyalah satu bagian dari itu, di luar sana masih banyak konektor lainnya yang bverserak di friendter, facebook, dan yang terbaru dan mungkin akan menjadi tren berikutnya setelah twitter, adalah plurk.

Disinilah kelihaian seorang pemasar untuk bisa melibatkan diri dalam komunitas-komunitas itu. Pemasar bukan lagi diharapkan hanya jago membuat planning, budgeting dll. Tapi mereka harus mengerti seluk-beluk media ini, lebih dalam lagi diterima dengan baik dalam komunitas-komunitas dimana produknya memiliki kepentingan disana.

Memang benar selama ini pemasar, adalah orang yang gaul. Tapi ternyata gaul saja tidak cukup, Anda juga diharapkan melek teknologi. Soalnya bagaimana mungkin Anda bergaul dengan blogger, atau orang-orang yang berpengaruh di social media, tapi Anda bahkan tidak tahu bagaimana pengalaman menggunakannya.

Setiap social media punya karakter yang berbeda. Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan yang sangat berbeda ke masing-masing komunitas ini.

Jakarta, 200608
Sekali lagi, lembur itu pilihan...

1 comment:

Retty N. Hakim said...

Portal partisipatori warga model wikimu.com itu sebenarnya perlu dukungan produsen juga supaya bisa terus survive. Kalau OhmyNews Internasional di Korea bisa survive karena portal lokal mereka cukup dilirik produsen untuk iklan.

Portal citizen journalism yang memiliki editorial bisa juga menjadi sarana pembelajaran etika dan demokrasi.

Sementara itu portal sejenis ini (termasuk komunitas blogger) lebih meningkatkan jaringan pembaca sebuah blog.

Model bisnis yang sesuai untuk kelangsungan hidup portal citizen journalism masih belum ketemu ramuan pasnya. Yang menarik dalam portal komunitas ini pembaca tidak tersegmentasi oleh jenis harian/media cetak yang dibaca, media elektronik yang dicermati, maupun latar belakang pendidikan.