Yayayaya, terkadang kita menjadi terlalu sensitif untuk beberapa hal. Kalo dilihat lagi mungkin dahulu gak gitu deh? Pernyataan yang sama tak akan memberikan efek apapun... Tapi kenapa sekarang berbeda ya?
Jangan-jangan aku sekarang merasa sok pinter, sok bisa, sok paling ngerti, sok eksiss dan berbagai dugaan perasaan sok lainnya. Padahal baru saja aku tulis di resolusi 2009, untuk tidak menjadi DUMEH bin arogan. Hmmm ternyata ketika menjalaninya kok yah susah yahhh.
Semakin naik dikit ajahhhh kok udah berasa besar kepala. Yo wis lah Kangmas sekarang saatnya untuk lebih mawas diri. Karena orang-orang yang hebat setahuku adalah orang-orang yang low profile.
Dan aku kok merasa nyaman dengan orang-orang seperti ini. Kalau aku merasa nyaman dengan orang-orang yang seperti itu sudah selayaknya aku berperilaku yang sama, bukankah begitu???
Jakarta, 210109
Mirroring Myself
Wednesday, January 21, 2009
Arogansi Itu Membunuhku.....
Sunday, January 18, 2009
Republik Petruk: Persembahan Proyek Idealis Teater Koma
Hari jumat kemarin, untuk pertama kalinya nonton teater. Suatu ketika, liat selebaran di FX Plaza ada pertunjukan teater dari Teater Koma. Akhirnya nonton juga deh pertunjukkannya.
Sebagai pengalaman pertama nonton teater,ini sebuah pengalaman yang mengasyikkan. Teater Koma mempersembahkan Republik Petruk... Sebuah karya idealis yang membuat aku berdecak kagum, karena mereka mampu menyajikan sebuah karya yang berisi, sarat dengan pesan dan kritik sosial.
Namun dengan kemasan yang sangat pop. Bayangkan sajah, para Personil Pandawa yang diadaptasi dari cerita pewayangan berkostum ala komik-komik Jepang. Lalu mereka menggunakan dialog ala ABG saat ini.
Sungguh kerja yang luarrr biasa, aku yang hanya membayar Rp. 30.000,00 untuk sebuah tiket masuk merasa sangat bersalah. Karena apa yang mereka persembahkan sesungguhnya patut dihargai lebih. Apalagi setelah mendengar cerita dari seorang teman, bahwa para pemainnya hanya mendapatkan Rp. 1.000.000 untuk pertunjukan selama 2 minggu, dan berlatih selama 3 bulan sebelumnya.
Hmmm, salut untuk semangat mereka mempertahankan teater tanah air, memberikan hiburan yang bermutu dan mengikuti jaman. Buat yang belum nonton, segera datang ke TIM. Percayalah Anda gak akan merugi mengeluarkan sejumlah uang.
Sunday, January 04, 2009
Mau Apa di 2009?
Tahun 2009, sekali lagi tahun bau kusambut dengan harap-harap cemas. Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Entahlah setiap pergantian tahun kok rasanya ada sesuatu yang bikin deg-degan. Karena tahun baru, berarti sebuah perenungan atas apa yang telah dicapai sebelumnya, lalu menyusun rencana-rencana baru untuk satu tahun ke depan?
Mungkin beberapa orang bertanya, tak bisakah hidup mengalir begitu saja? Buat aku jawabannya jelas TIDAK!!!! Justru kegairahan untuk menyusun rencana dan merajut mimpi adalah sisi terindah dari hidup. Lalu mengapa itu harus dieliminasi??? Yayaya tapi tetap saja setiap target dan rencana membutuhkan kerja keras, dan juga perjuangan. Dan tak luput adalah kekecewaan kalo sesuatu berjalan tak sesuai harapan.
Lalu apa sebenarnya yang aku harapkan di tahun 2009 ini? Pertama, aku berharap tahun ini menjadi tahun melanglang buana. Terinspirasi oleh teman-teman lain yang telah melanglang buana ke berbagai tempat baik di dalam atau luar negeri. Aku ingin tahun ini berkesempatan menjelajah daerah-daerah baru. Belajar dari kearifan lokal masyarakat setempat untuk memperkaya batin dan wawasan.
Aku bermimpi ke negeri-negeri eksotis dan juga daerah-daerah nun jauh di Indonesia yang selama ini hanya bisa kubaca dari buku atau menonton di televisi. Aku ingin merasakannya secara langsung, melihat, mengamati dan berinteraksi...
Kedua, tahun ini aku berharap dapat melanjutkan sekolah ke Inggris seperti yang telah kubayangkan sejak aku masih kuliah di HI UNPAD. Kota Leeds yang tenang...., padang rumput yang hijau..., selalu membayangiku. Saat ini aku telah separuh perjalanan menuju kesana, kuharap 2009 akan menjadi jawaban atas semua impianku.
Ketiga, aku juga memngharapkan sesuatu yang lebih baik dalam hal keuangan. Biar hidup makin hidup hehehe. Bisa beli ini itu, menabung lebih banyakkkk, dan investasi yang cukup buat hari tua....
Keempat, ummmm semoga menemukan seseorang yang pas di hati. Kadang capek juga menyendiri, apalagi mengingat kisah pahit yang pernah dialami. Tapi ya sudahlah biarkan yang lalu hanya menjadi bagian dari sejarah. Karena saat ini aku sedang bergumul dan berjuang untuk masa depan.
Kelima, aku berharap mampu melampaui kesuksesan tahun lalu dalam berbagai kompetisi. Apabila tahun lalu hanya sebagai finalis, maka aku berharap tahun ini jadi pemenang. Buka mata, buka telinga dan berjanji untuk tidak akan ragu mencoba berbagai kompetisi. Menang kalah bukan persoalan, tapi pengalaman dan networking yang didapat akan meningkatkan daya tawar.
Keenam, selalu memberikan yang terbaik dan kontribusi maksimal ke perusahaan dan klien. Aku berharap apa yang aku lakukan memang memberikan nilai tambah. Aku berharap menjadi bagian dari sebuah solusi. Dengan begitu maka kehadiranku akan semakin dilihat dan dianggap penting, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai aku sendiri. Ya intinya adalah persoalan personal branding juga.
Ketujuh, membaca lebih banyak buku untuk menambah pengetahuan. Semoga juga lebih seimbang antara buku-buku sastra dan buku-buku yang menunjang ke pekerjaan. Soalnya kadang aku lebih banyak membaca novel dibandingkan buku-buku yang berhubungan dengan kerjaan. Padahal keduanya sama pentingnya lho...
Kedelapan, lebih berani menerima tantangan-tantangan baru. Pokoknya coba ajahhh, belajar menjadi orang yang lebih terbuka. Karena hari gene gak berani terima tantangan sama ajah bunuh diri. Karena dunia berubah sangat cepat, dan orang lain juga terus berlari mengejar perubahan....
Kesembilan, ini yang paling mendasar. Seandainya apa yang aku inginkan tercapai, semoga Tuhan tetap mengijinkan aku menjadi manusia yang rendah hati. Tahu dari mana berasal, tidak lupa sama teman, keluarga, dan orang-orang yang selama ini telah membantu. Karena kesuksesan itu memabukkan, dan kadang manusia suka lupa diri. Makanya sebelum itu terjadi aku berusaha untuk selalu mengingatkan diri sendiri AJA DUMEH begitu pepatah orang Jawa....
Wednesday, December 24, 2008
Menutup 2008 dengan Senyuman...
Tanpa terasa ternyata 2008, sudah hampir ditutup... Dan sekarang saatnyalah untuk membuka apa yang aku tuliskan di awal tahun. Udah matching kah? Harapan aku dengan apa yang telah aku lakukan di 2008??? Baru nyadar ternyata, aku sangat to the point saat membuat resolusi 2008.
Dan setelah di cek & ricek alhamdulilah sebagian besar memenuhi target. Aku masih setia di perusahaan yang sama saat menulis blog resolusi tahun 2008. Karena disini aku menemukan tim yang sangat hebat, mereka sangat membantu akuberadaptasi dengan cepat, dan menjadi partner kerja yang baik. Apa yang aku capai saat ini tak bisa lepas dari kontribusi teman-teman...
Kedua, aku masih setia menulis blog, walopun sekarang agak terseok-seok, makin dikit ajah postingnya. Tapi berita baiknya aku justru punya blog baru untuk hal-hal yang lebih serius di tuhunugraha.com. Karena kesibukan makin bertambah, godaan lain juga banyak. Misalnya Facebook, Plurk dll.
Ketiga, tahun ini adalah tahun dimana aku belajar menjadi the real leader. Belajar untuk mengkoordinasikan orang lain, dalam sebuah tim baik di kerjaan ataupun kegiatan sosial. Woww ternyata amazing kalo bisa menjadi team player yang baik.... Sekali lagi matur sembah nuwun buat semua orang yang telah bekerjasama dengan baik denganku. Dari sebuah kerja timlah aku mengerti apa sih sebenarnya arti seorang pemimpin sebenarnya, dengan segala lika-likunya....
Namun sayang tahun ini aku belum berhasil memenuhi target, menjadi dosen part time di kampus. Usaha sudah dilakukan, tapi memang belum terlalu serius, mungkin tahun depan... Yess ini menjadi PR besar tahun depan.
Tahun ini juga memberikan banyak catatan menggembirakan dalam hidupku. Menjadi finalis International Young Creative Entrepreneur untuk dua kategori sekaligus adalah sebuah anugerah besar. Karena ternyata aku bersanding dengan orang-orang terhebat di negeri ini di bidang industri kreatif. Walaupun aku tidak menang, paling tidak aku mendapatkan banyak ide baru, dan juga kerjasama-kerjasama bisnis dengan sesama finalis.
Tahun ini juga aku menjadi finalis Young Marketer Champion, sebuah ajang bergengsi bagi para pemasar muda. Menjadi finalis pun membuat aku merasa bersyukur, mengingat pengalamanku di bidang pemasaran masih sangat jauhhhhhhhh dibanding para finalis yang lain. Tenang masih banyak kesempatan tahun berikutnya. Paling tidak aku telah membuat sebuah awal yang bagus....
Tahun ini juga aku memenangkan kontes New Wave Marketing Competition, untuk kategori New Wave Marketing Story terbaik untuk artikel tentang Facebook. Yayaya, aku merasa ini adalah tahun terbaik dari semua tahun yang pernah kulewati... Selamat tinggal 2008, dan aku siap menjelang 2009....
Tahun depan memang tak akan mudah. Tapi aku melihat sebuah langit cerah dengan penuh optimisme... Ada banyak peluang yang bisa aku manfaatkan dari apa yang aku capai di tahun 2008.
Monday, December 15, 2008
Terkadang...
Yayaya terkadang kita memang tidak pernah bisa memilih. Kadang ada hal-hal yang tidak sevisi lagi, bikin gemez gak jelas. Terkadang itu bertentangan dengan hati nurani. Kadang kita jadi jengkel, marah, mungkin hingga prustasi???
Namun terkadang kita memang tidak punya banyak pilihan lain. Beberapa hal mungkin masih bisa dikompromikan, namun seberapa jauh? Seberapa dalam? Yayaya itu yang sedang aku pertanyakan. Seberapa jauh aku akan mengkompromikan ini semua.
Beda kepala pasti akan berbeda pendapat, tapi pelajaran utama yang aku terima hari ini. Belajar memanajemen konflik, bahkan itu konflik batin dalam diri sendiri. Dunia memang tidak diciptakan sempurna, penuh bopeng...
Tuesday, November 25, 2008
Misi Itu, Mulai Menunjukkan Hasil...
Sudah beberapa bulan program We Listen To You, yang aku gagas untuk International Service Rotaract Club Semanggi dijalankan. Dan sejauh ini alhamdulilah sudah lumayan banyak opini-opini dari Rotaractors luar negeri yang masuk.
Aku sangat mengucapkan terima kasih untuk semua tema-teman Rotaract yang sepertinya sangat bersemangat dengan proyek ini. Dalam hal ini aku merasa ada dua keberhasilan sekaligus.
Pertama, berhasil membuat semua anggota Rotaract merasa bagian dari proyek ini. Semua Rotaractor Semanggi, bahkan di Indonesia sangat bersemangat untuk membantu kesuksesan kegiatan ini. Tanpa dukungan semuanya, kegiatan ini tidak akan menuai sukses sedahsyat ini.
Kedua, kegiatan ini juga berhasil menarik banyak Rotaractor dari luar negeri untuk datang ke Indonesia. Rombongan dari Hong Kong menulis komentar di Indonesiaonperspective.wordpress.com, bahwa mereka akan melakukan wisata dan kegiatan dari sosial.
Rotarian dari Bolivia juga sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Hmmm senang rasanya bahwa sesuatu hal yang kecil yang dilakukan, membawa sebuah perubahan....
Jakarta, 251108
Menjelang Sore...
Friday, October 17, 2008
Merenungi Tentang Kepemimpinan?
Banyak buku yang telah aku baca dan pendapat orang mengenai kepemimpinan dan pemimpin. Dari begitu banyak teori, dan interaksi dalam dunia nyata. Akhirnya aku mengerti betapa kepemimpinan itu punya pengaruh yang besar.
Hadirnya satu orang ternyata bisa membawa banyak perbedaan. Namun seseorang itu bukanlah harus seseorang yang mempunyai jabatan formal atau titel tertentu. Orang itu mungkin saja hanya seorang bawahan, atau seorang biasa saja. Namun diam-diam dia punya pengaruh yang sangat besar di lingkungannya, di komunitasnya.
Apa yang dikatakannya selalu dipercaya oleh orang-orang sekitar. Sikapnya selalu menginspirasi karena dia bukan hanya bisa dihormati, namun sangat bisa menghargai dan mendengarkan orang lain.
Yayaya, aku melihat begitu banyak orang memegang jabatan, namun apa gunanya kalo dia tidak mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari anak buahnya. Memang tak mudah menjadi seorang pemimpin. Mereka harus punya kepekaan, kebijaksanaan, kemampuan berkomunikasi yang baik dan lainnya agar orang akhirnya mengakui bahwa Ia memang layak dianggap sebagai seorang pemimpin sejati...
Jakarta, 171008
My Reflection Time...
Friday, August 15, 2008
Oleh-Oleh dari IYCEY 2008
Tanggal 1-3 Agustus yang lalu, aku mendapatkan anugerah luar biasa menjadi finalis International Young Creative Entrepreneur of the Year 2008. Dan yang lebih menyenangkan lagi, aku menjadi finalis untuk dua kategori sekaligus yaitu Communication dan Interactive, sebagai finalis termuda.
Kegiatan tahunan ini dipersembahkan oleh British Council, untuk mereka yang bekerja atau mempunyai perusahaan di sektor industri kreatif berumur 25-35 tahun. Untuk tahun ini, ada empat kategori yang dilombakan yaitu Screen, Fashion, Interactive, dan Communication. Para pemenang dari Indonesia akan pergi ke UK, untuk bersaing dengan peserta dari negara lain, dan memperebutkan hadiah utama uang senilai 7,500 pounsterling.
Walaupun tidak menang, aku merasa sangat beruntung. Mengapa? Karena aku bisa berkumpul, dan berteman dengan orang-orang yang sangat hebat, dan punya visi yang jauh ke depan. Masing-masing dari mereka mempunyai karya andalan yang sangat bagus, dan yang paling penting punya visi untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan bangsa ini.
Kedua, aku bisa membangun jaringan bisnis, dan deal-deal bisnis dengan sesama finalis. Kita juga bisa membuat sebuah proyek-proyek gila dan kreatif dengan berkolaborasi sesama finalis, yang mempunyai keahlian masing-masing.
Ketiga, bertemu dengan orang-orang muda yang walaupun berprestasi segudang, tapi gak jaim, dan asyik banget sebagai teman berbagi, dan juga sebagai teman bergila-gilaan. Ini adalah orang kreatip Bung, kalo gak gaul dan gila perlu dipertanyakan kreativitasnya hehehe.
Ajang ini merupakan wadah yang bagus bukan hanya untuk berkompetisi, tapi sekaligus mengukur seberapa besar sih yang sudah dikontribusikan bagi bangsa ini. Negara ini butuh generasi muda yang tangguh, berpikiran terbuka, dan kompetitif. Ini bukan saatnya leha-leha, banyak mengkritik tapi sedikit bertindak. Mari kerjakan apa yang kita bisa untuk perbaikan negeri ini.
Aku berharap tahun depan semakin banyak entrepreneur kreatif Indonesia yang ikut menjajal ajang ini. Tunjukkan bahwa generasi muda Indonesia itu adalah generasi yang kreatif dan kompetitif, tidak takut untuk bersaing.
Terkadang aku suka merasa sedih melihat banyak teman, yang males ikut ajang-ajang kompetisi. Alasan paling sering adalah, merasa belum pantas dan belum banyak yang diperbuat. Apakah kita sendiri bisa menilai apa yang telah kita kontribusikan? Kenapa tidak mencoba saja, dan biarkan orang lain yang menilai pantaskah kontribusi kita diberikan sebuah penghargaan?
Bagaimanapun hidup ini adalah tentang kompetisi, namun sekaligus kolaborasi. Jadi kutunggu di IYCEY 2009, karena aku akan kembali dengan persiapan yang lebih baik lagi tentunya....
Thursday, August 07, 2008
Kontemplasi Pagi Hari...
Yayaya, ada saatnya hidup sedang mengalami penurunan. Drastis, hopeless, don't know what to do... Namun pertanyaan selanjutnya apakah akan menyerah begitu saja pada keadaan? Tidak-tidak, tentu saja.
Walaupun kekesalan itu segunung, walau kemarahan itu kadang membuncah. Apalagi kalau kau tahu, bahwa kamu hanya dijadikan tumbal untuk sesuatu yang orang lain menghindari untuk melakukannya. Ketika kau tahu, seseorang masuk, dan tahu ini akan sulit, maka kau diseret untuk membilas dan merampungkan.
Pantaskah aku marah? Jangan-jangan aku yang terlalu reaktif menanggapi keadaan. Deuhhhh kadang hidup ini terlalu kompleks untuk dinalar. Kadang butuh kesabaran luar biasa untuk menghadapi tekanan, dan ekspektasi yang begitu besar dari begitu banyak orang.
Pertanyaannya tak selamanya kita bisa menjadi Batman yang baik hati, tapi kadang wajah-wajah Joker sesekali muncul. Dan itu juga terjadi pada orang lain. Saat seperti inilah, saat dimana empati, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan benar-benar teruji.
070808
Sebuah Pagi Khas Jakarta...
Wednesday, April 16, 2008
Kere Munggah Bale
Yayaya itu adalah peribahasa Jawa untuk menyindir orang yang perangainya berubah menjadi angkuh, dan sombong, saat berada di puncak kesuksesan. Kata-kata ini tiba-tiba melintas, setelah beberapa teman bergosip tentang seseorang yang dianggap berubah menjadi sombong, dan melupakan teman lama, yang dulu membantunya saat ia dalam kesulitan.
Dan sepertinya aku sering kali mendengar cerita-cerita serupa sebelumnya. Aku pun jadi miris, tiap kali mendengar cerita-cerita seperti ini. Dan setelah itu pasti terbawa dalam lamunan panjang...
Aku jadi kuatir, jangan-jangan aku nantinya juga gak kuat dengan godaan kekayaan, ketenaran, kekuasaan dan atribut lainnya itu??? Jangan-jangan aku tidak ada bedanya dengan orang-orang lain itu, begitu idealis saat hidup susah, tapi lupa diri saat berada di puncak.
Yayaya, betul sekali teman, saat ini aku memang hanyalah orang biasa saja. Makanya aku menulis soal ini. Tapi seandainya aku diijinkan menjadi orang hebat, semoga aku masih tetap konsisten dengan apa yang aku tulis sekarang. Kejayaan itu mungkin akan menghampiri, dua, tiga atau lima tahun lagi???
Aku memang tak pernah bisa menjawabnya. Tapi paling tidak dengan setiap kali mengingatkan diri sendiri, aku selalu terbangun untuk selalu bersikap rendah hati. Dan atau, beberapa tahun lagi, aku akan diingatkan dengan masa-masa ini, saat aku kembali membuka memori masa lalu.
Ya hidup itu memang kadang harus berhenti sejenak, merenung, dan menentukan arah berikutnya. Sebelum mengambil langkah selanjutnya...
Jakarta, 160408
Hari yang makin sunyi...
Thursday, April 03, 2008
Berpindah Kerja Itu Memang Tidak Mudah...
Seseorang terkadang berpindah kerja beberapa kali. Terutama di awal-awal karir, saat gejolak jiwa muda masih menggelora, dan keinginan bereksplorasi masih begitu tinggi. Tapi ternyata aku mendengar beberapa teman, yang berpindah kerja menyesali kepindahannya.
Bahkan seorang teman yang telah berpindah berkali-kali, merasa rindu dengan perusahaannya yang dulu, dan berniat kembali ke perusahaan lama. Alasannya setelah berbagai petualangannya, dia merasa perusahaan lama tetap menawarkan yang terbaik. Dan itu ternyata bukan masalah gaji lho, tapi soal kenyamanan bekerjasama dalam tim, dan faktor lainnya.
Hmmm aku juga gak tahu, tapi memang menemukan perusahaan yang pas dengan kita memang sangat sulit. Beruntung saat ini, sepertinya aku menemukan tempat yang terbaik dibandingkan tempat sebelumnya. Aku tidak terkena sindrom keinginan kembali ke perusahaan lama.
Semuanya memang tergantung pada beberapa faktor. Pertama, kita memang terlalu melankolis dengan memori masa lalu. Atau yang kedua, karena memang perhitungan kita salah, sehingga mengambil keputusan yang tidak tepat.
Jakarta, 030408
Saat Kantor Mulai Sunyi
Wednesday, April 02, 2008
Berani Berbicara Penting, Tahu Kapan Berhenti Lebih Penting
Ini adalah sebuah perenungan yang lebih kepada refleksi pada diri sendiri. Tiba-tiba saja, aku melihat orang-orang begitu bersemangat untuk berbicara dan mengemukakan pendapatnya di depan umum. Ini sebuah kemajuan besar, karena selama ini orang Indonesia kan dikenal tidak ekspresip, diem ajah kayak patung.
Tapi satu hal yang juga perlu diingat, kepandaian berbicara itu harus diikuti oleh kecerdasan lainnya, yaitu kelihaian untuk tahu kapan harus berhenti berbicara. Karena ketika kita berbicara di depan umum, sebenarnya kita berbicara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, bukankah begitu?
Maka kita harusnya mulai mengerti pertanda, apabila pendengar kita sudah bosan. Apalagi sampai muncul peringatan, itu berarti kita sudah kelewatan. Dan seharusnya bila sudah ada pertanda seperti ini pembicaraan sebaiknya segera dihentikan. Ambil kesimpulan lalu ditutup.
Akhirnya saat ini aku mengerti, mengapa dulu saat tergabung di Klub Debat, selalu ada time keeper yang menjaga agar kita tidak terlalu lama, atau terlalu cepat berbicara. Ketepatan waktu memang sangatlah penting, dibandingkan pesan itu sendiri, saat berbicara di depan umum.
Ingatlah, saat Anda berbicara di depan umum, pendengar Anda adalah konsumen Anda. Percuma bila Anda berbicara panjang lebar, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengar, karena mereka merasa bosan, dan Anda kurang tanggap dengan keadaan ini.
Jakarta, 020308
Pagi Perenungan...
Thursday, February 14, 2008
Sebuah Oase di Tengah Gemuruh Modernisme...
Tadi pagi seorang teman memberikan info yang menarik, situs ki-demang. Situs ini sangat lengkap membahas serba-serbi tentang kebudayaan Jawa, termasuk penganggalan, resep masakan, dan juga Tembang Macapat.
Wahhhh senangnya..., karena selama ini aku pengin banget belajar lebih banyak tentang tembang Macapat. Karena semakin sedikit orang yang bisa menyanyikannya, dan dokumentasi tentang hal ini juga sangat jarang.
Yayaya, aku sangat salut dengan orang yang membangun situs ini. Karena idenya pasti sangat jarang dipikirkan oleh orang lain. Semoga ke depan situs ini makin bagus, dan pengunjungnya semakin banyak.
Karena dengan adanya situs ini, paling tidak generasi muda bisa belajar mengenai budayanya sendiri. Dan orang lain yang ingin belajar tentang kebudayaan Jawa juga akan lebih mudah. Mengingat sifat internet yang tak terbatas oleh waktu, dan geografis...
Jakarta, 140208
Menuju Sore
Thursday, December 27, 2007
Refleksi 2007...
Tahun 2007, bagiku adalah tahun yang penuh kejutan, dan penuh nikmat. Tahun ini menandai awal siklus hidupku memasuki dunia kerja, setelah sebelumnya berada di dunia akademis. Sebuah dunia yang dulu hanya ada dalam angan, tanpa terasa telah kulalui lebih dari satu tahun.
Kedua, tahun ini menjadi awal untuk pergantian karir yang sangat cepat. Bayangkan aku berganti pekerjaan 3 kali dalam setahun. Oh My God, pantaslah aku disebut sebagai kutu loncat. Tapi ini sebenarnya bukan predikat yang bagus, karena aku berharap 2008 aku bisa lebih setia dalam satu perusahaan.
Ketiga, ini adalah awal dari sebuah adaptasi luarrr biasa, dari kehidupan mahasiswa menjadi seorang pekerja. Dari kampung pindah ke kota. Ini bukan suatu hal yang mudah, tapi sejauh ini aku merasa menikmati sajah apa yang ada di hadapanku. Jakarta yang mengerikan bagi banyak orang, justru sangat seksi buatku, karena menawarkan banyak peluang, dan tantangan yang siap dieksplorasi.
Keempat, tahun ini aku berlibur ke tempat-tempat eksostis. Bulan Maret berkunjung ke Losari Coffee Plantation, dan bulan Desember ini akhirnya aku kesampaian menginjakkan kaki di Bumi Sumatra, walaypun baru sebatas sampe di Lampung.
Kelima, tahun ini aku tetap melanjutkan kehidupan yang selalu penuh warna dan aktivitas. Banyak orang bilang, setelah bekerja, kita akan terasing, dan terfokus pada pekerjaan, semua waktu tersita hanya buat itu. Ternyata gak juga, selama setahun berkarir, aku masih bisa ikutan kegiatan sosial, reuni kesana-kemari, baca novel-novel dan buku favorit, ampe nulis blog juga. Malah menurut aku, kegiatanku makin menggila semenjak di Jakarta heheh.
Keenam, tahun ini aku menjadi lebih terasah interpersonal skill-nya, mampu mengendalikan emosi lebih baik, mampu beradaptasi lebih baik dengan berbagai macam orang, mampu bangkit lebih cepat dibanding sebelumnya, saat menghadapi keadaan yang memuakkan.
Yayaya, tahun 2007 yang akan segera berakhir ditutup dengan sangat manissss. Aku optimis dengan tahun 2008, aku akan bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Amin...
Jakarta, 271207
Mengenang Setahun Melangkah...
Friday, December 14, 2007
Kiat Bertahan Di Jakarta...
Gak terasa ternyata hampir genap setahun aku tinggal di Jakarta. Sebagai seorang perantau dari kampung. Ada banyak pelajaran tentang gimana bertahan hidup di tengah kota yang banyak diimpikan, sekaligus mengerikan, bagi banyak orang.
Di sini aku hanya ingin berbagi pengalaman, gimana sih bertahan dan beradaptasi dengan Jakarta... Mungkin ini berguna juga buat teman-teman lainnya yang "terpaksa" meninggalkan zona nyaman di daerah untuk ke Jakarta dengan berbagai alasan.
Pertama, Jakarta menawarkan banyak peluang maka pinter-pinterlah untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Kedua, jadilah orang yang proaktif. Jakarta tidak akan menerima orang-orang yang pasif, serba menunggu. Apabila hanya menunggu maka Anda akan segera tergilas oleh yang lain. Ini adalah negeri penuh kompetisi, maka bersiaplah masuk dalam arena kompetisi.
Ketiga, selalu berpikir positif. Jakarta penuh dengan problematika, sebagaimana kota besar lainnya. Dibutuhkan pemikiran positif, biar kita tidak terjebak dalam stres yang berlebihan, dan melebih-lebihkan suatu hal.
Keempat, perbanyak teman. Karena di Jakarta yang super sibuk teman sangat diperlukan untuk sekedar berbagi dan curhat, menangkap peluang baru, karir yang lebih baik dll. Teman yang banyak gak akan pernah merugikan.
Kelima, mesti berpikiran terbuka. Jakarta adalah masyarakat majemuk dengan berbagai macam latar belakang. Oleh karena itu sistem nilai yang dianut juga sangat beragam. Oleh karena itu, jangan kaget bila ada hal-hal yang mungkin sangat bertentangan dengan sistem nilai yang kita anut. Maka seandainya ada hal-hal yang bertentangan dengan apa yang kita anut, ya kelapangan dada untuk menerima orang lain apa adanya adalah sebuah keharusan.
Keenam, kemauan untuk belajar dan mencoba hal baru. Jakarta selalu berubah setiap saat, bila kita hanya terdiam, maka akan tertinggal oleh perubahan yang terjadi, dan pada akhirnya akan tersingkir. Makanya untuk bertahan dan menang dalam kompetisi di Jakarta, kita harus terus belajar dan belajar...
Hmmm kayaknya itu deh ya, pengalaman yang bisa dibagi setelah setahun bertualang di rimba Jakarta...
Jakarta, 141207
Sedang Ingin Berbagi..
Semua Orang Ingin Didengar...
Yayaya beberapa hari terakhir ini, aku banyak sekali menjadi pendengar bagi banyak teman-temanku. Menjadi pendengar memang bukan pekerjaan yang gampang, dan aku sendiri masih belajar menjadi pendengar yang baik.
Tapi percayalah, menjadi pendengar yang baik akan membuat kita punya banyak teman, dan juga bisa banyak belajar dari pengalaman mereka. Apalagi Jakarta yang super sibuk, dan tingkat stres yang tinggi. Semua orang merasa perlu berbagi permasalahannya, bukan karena mereka butuh solusi.
Mereka hanya ingin bercerita. Mereka hanya ingin menumpahkan uneg-uneg. Hanya itu saja. Namun sayangnya, di saat yang sama semua orang juga sibuk. Semua orang juga ingin didengarkan. Apabila kita mau sedikit saja menurunkan ego, untuk menjadi pendengar dampaknya akan sangat luarrr biasa.
Semoga aku akan menjadi pelajar yang baik, untuk menjadi pendengar yang baik...
Jakarta, 141207
Siang-siang Ngeblog
Wednesday, October 31, 2007
Medley Dan Masa Lalu
Hmmm menarik sekali, tantangan yang ditawarkan oleh "Medley". Aku diminta untuk menjawab pertanyaan, jika bisa mengubah sesuatu di masa lalu, apa yang ingin diubah? Sebenarnya aku tak terlalu tertarik berandai-andai soal apa yang ingin kuubah dalam hidupku. Jadi pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab.
Kalo pun harus dijawab, mungkin aku akan mengatakan andai aku dulu sekolah SMU di kota besar. Kenapa? Hmmm karena aku merasa sangat tertinggal dibanding teman-teman, yang baru kusadari saat aku kuliah.
Aku bersekolah di daerah dengan fasilitas yang sangat minim. Informasi juga sangat terbatas. Seandainya ketika itu aku bersekolah di Jakarta, Bandung, atau kota besar lain, mungkin aku akan berkembang lebih cepat, dan menjadi manusia yang lebih baik.
Ketika aku berkuliah di Bandung. Aku tergagap dengan lancarnya teman-temanku berbahasa asing. Aku terperangah dengan pengalaman ekstrakurikuler yang pernah mereka ikuti. Terperangah juga, bahwa ternyata ada banyak kegiatan perkukaran pelajar dan beasiswa ke luar negeri yang infonya gak pernah nyampe di SMU-ku.
Andaikan aku bisa mengulang masa SMU-ku, pasti masa-masa itu akan lebih bermakna. Aku akan melaju lebih pesat dibanding aku yang sekarang. Aku membayangkan, aku menjadi pribadi yang lebih terbuka pada hal-hal baru. Dan aku lebih mudah beradaptasi dengan orang-orang baru.
Tapi seandainya tombol pemutar waktu itu memang ada. Rasanya aku juga akan berpikir terlebih dulu, untuk menggunakannya. Karena setiap bagian drama hidupku karena proses yang kualami...
Terinspirasi oleh http://medleymovie.blogspot.com
Jakarta, 311007
Sore yang Mendung...
Thursday, October 25, 2007
Maka Dengarkanlah...
Mendengar, ya banyak sekali orang hebat mengajarkan padaku, "Jadilah pendengar yang baik". Sesuatu yang sangat mudah diucapkan, tapi ternyata sangat sulit buat orang dengan superego yang tinngi sepertiku, untuk menjadi pendengar yang baik.
Setelah melalui proses yang panjang, dan berusaha menjadi pendengar. Aku baru tahu, ternyata memang luarrr biasa ketika kita mau mendengar. Pertama, orang-orang menjadi lebih percaya pada kita. Kedua, kita bisa belajar lebih banyak dari orang lain, yang pada akhirnya sangat berguna buat diri sendiri. Ketiga, kalo dulu aku berpikirmenjadi pendengar itu berarti kalah pinter, dan terlihat bodoh.
Ternyata pendapat itu sangat-sangat salah. Menjadi seorang pendengar, berarti kemenangan tersendiri. Karena bisa menahan diri untuk tidak terlihat menonjol. Dan kedua, menahan diri untuk tidak memotong pembicaraan orang lain. Gak tahu, mungkin bagi orang lain ini sesuatu yang gampang. Tapi bagi aku yang bodoh ini, dan baru belajar mengenali dunia. Ini sesuatu yang sangat menarik.
Ini bukan berarti aku telah menjadi pendengar yang baik. Aku hanya mengatakan, bahwa aku telah menjadi pendengar yang lebih baik dari sebelumnya. Aku masih jauh dari sosok pendengar yang baik, maka aku harus lebih banyak belajar...
Jakarta, 251007
On Rainy Day...
Tuesday, October 02, 2007
Berubah atau Plin Plan?
Hmmm topik ini bukan muncul begitu saja, tapi lahir dari suatu alasan yang sangat kuat. Tetapi latar belakang, dan alasannya tidak perlu disebutkan, karena tidak akan bermanfaat apapun, selain menjelekkan pihak lain. Perlu ditekankan lagi, bahwa blog ini adalah untuk pembelajaran dan refleksi.
Kembali ke topik. Berubah itu sangat alamiah, aku juga selalu melakukan perubahan dalam diriku. Tapi perubahan juga harus disertai dengan konsistensi. Perubahan juga harus mempunyai visi ke depan, bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek.
Hal ini akan menjadi plin-plan, ketika perubahan menjadi begitu sering, secepat badai. Perubahan bukan didasarkan pertimbangan matang, tapi hanya berdasar pertimbangan emosional belaka.
Apakah perubahan seperti ini akan menyehatkan? Kok rasa-rasanya enggak yah. Yah tapi apa boleh buat, terlalu rumit untuk meyakinkan soal ini, apabila kita dalam sebuah sistem. Semuanya harus melalui proses...
Jakarta, 021007
Siang Hari nan Panas....
Wednesday, September 26, 2007
The Hedgehog Concept
Kebetulan sekarang lagi seru-serunya baca buku "Good To Great", karya Jim Collins. Lagi-lagi udah basi sih, soalnya buku ini kan hebohnya udah tahun lau. Tapi mau gimana, baru dapat pinjaman sih hehehe.
Sebenarnya bacanya belum selesai, tapi sudah gak sabar untuk menulis tentang konsep yang menarik dari buku ini, "Hedgehog Concept". Jadi sekarang nulis soal ini dulu, baru nanti review buku keseluruhan.
Jadi intinya(ini sepenangkap aku yah, dengan otak yang cupet, dan bercabang-cabang mikirnya. Secara bacanya, juga sambil ngantuk-ngantuk habis pulang kerja, bahwa yang membedakan perusahaan "Good", dengan perusahaan "Great" adalah perusahaan dalam kategori Great menerapkan Hedgehog Concept. Mereka fokus pada apa yang diyakini sebagai sesuatu dimana mereka bisa menjadi yang terbaik.
Bagi perusahaan-perusahaan Great tersebut, bukan masalah bagaimana menangkap peluang yang datang hanya sekali. Tapi justru sebaliknya, berani menolak kesempatan besar yang hanya sekali seumur hidup, apabila memang itu tidak sesuai dengan tujuan akhir yang ingin dicapai.
Hal ini tentu membutuhkan keberanian luar biasa, karena pasti sangat menggiurkan, dan memberikan keuntungan jangka pendek yang sangat besar. Namun perusahaan-perusahaan tersebut, berani mengambil keputusan yang tidak populer, agar tetap fokus dengan tujuan jangka panjang.
Berhubung, aku bukan pemegang jabatan strategis di perusahaan. Aku lebih merefleksikannya pada diri sendiri. Hmmm, tampaknya aku juga beberapa kali melewatkan kesempatan menggiurkan yang aku anggap itu tidak sesuai dengan tujuan akhir yang ingin aku capai.
Aku selalu terbuka untuk setiap hal, tapi hanya pada hal-hal yang akan menyangga tujuan akhir yang ingin aku capai. Dan saat ini, setelah melalui proses yang panjang, dan pertimbangan akan berbagai hal, termasuk kompetensi, peluang, komitmen, dan sebagainya. Aku menetapkan aku akan menjadi ahli komunikasi pemasaran terbaik di dunia, atau mungkin nanti akan lebih spesifik lagi???
Jakarta, 260907
Siang Yang Melelahkan...
