Showing posts with label MarCom on Net. Show all posts
Showing posts with label MarCom on Net. Show all posts

Friday, September 26, 2008

Social Marketing Campaign untuk Visit Indonesia Year 2008

Saya tidak tahu apakah istilah social marketing campaign ini tepat atau tidak. Saya hanya menggunakan istilah saya sendiri, untuk sebuah program sosial yang dilakukan untuk menngkampanyekan Indonesia.

Jadi ceritanya di Rotaract(Rotary in Action)Club Semanggi Jakarta, kita membuat sebuah program International Service yang berbeda dari sebelumnya, yang biasa dilakukan. Mengingat Rotaract Club telah eksis di lebih dari 158 negara, mengapa tidak kita melakukan kampanye tentang Indonesia, dengan sesuatu yang berbeda. Proyek ini disebut sebagai "We Listen To You Project"

Kalau biasanya dengan agresifnya kita mempromosikan negara ini. Sekarang dibalik, mengapa tidak kita mencari insight apa sih yang dipikirkan oleh orang lain tentang negeri kita?

Di sinilah kita bisa belajar untuk merefleksikan diri sendiri, apa sebenarnya kekuatan kita, dan kekurangan kita. Kita jadi tahu apa sih kekuatan kita dimata konsumen, bukan dari sudut pandang kita.

Setelah membaca berbagai komentar yang masuk, terkadang ada temuan-temuan yang mengejutkan. Dan sebagian besar komentar ini diperoleh melalui online, entah melalui mailing Rotaract Internasional, atau juga melalui Facebook. Internet membuat semuanya jadi mudah, bayangkan saat ini saja sudah masuk komentar dari negeri-negeri nun jauh yang mungkin jarang kita dengar semisal Pantai Gading, Nepal, Honduras dll.

Semoga kegiatan Rotaract ini, sedikit memberikan kontribusi bagi pariwisata Indonesia, dan juga membangun citra yang lebih baik tentang Indonesia. Mengapa? Pertama dengan adanya proyek ini, mereka yang sebelumnya tidak tahu mengenai Indonesia akan mencari tahu seperti apa sih Indonesia?

Kedua, akan tertanam persepsi bahwa walaupun tidak sempurna, banyak diberitakan terjadi bencana, korupsi, terorisme. Tapi setidaknya sebagai sebuah bangsa kita mau mendengar.

Ingat era internet, menuntut kita harus lebih banyak mendengar dan berdialog dengan konsumen. Karena konsumen tidak bisa lagi dibujuk dengan teriakan promosi dan iklan, biarkan mereka menemukan sendiri persepsinya tentang sesuatu.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari Bangsa ini, mungkin luangkan waktu sejenak untuk berkunjung, dan merefleksikan, seperti apakah negeri kita?


Jakarta, 260908
Ngeblog Sebelum Mudik...

Tuesday, September 23, 2008

Kemana Online Marketing Communication Akan Melangkah???

Perilaku konsumen di dunia online berubah sangat cepat. Hal ini salah satunya didorong oleh perkembangan teknologi yang sangat luar biasa. Konsumen selalu digoda dengan teknologi baru, yang menawarkan sesuatu yang lebih canggih. Walaupun ada banyak hal baru yang bermunculan, tapi hanya beberapa hal yang kemudian bisa bertahan dan menjadi tren. Biasanya yang bisa bertahan adalah sesuatu yang menawarkan hal-hal yang baru, sehingga mampu menggoda konsumen untuk kemudian berpindah.

Lalu apa kira-kira yang akan menjadi tren terutama di tahun 2009. Hal ini perlu diketahui oleh para praktisi marketing communication, karena disanalah konsumen akan berkumpul, berdiskusi dan berbagi tentang produk Anda.

Ada beberapa hal yang saya perkirakan akan naik daun dan eksis untuk tahun depan:


1. Blog

Blog akan masih menjadi primadona, seperti halnya tahun ini dimana tren blogging menggema dimana-mana, dan banyak perusahaan yang telah berusaha melakukan pendekatan kepada mereka. Tren blog masih akan menguat alasannya karena komunitas ini semakin erat, di berbagai daerah terdapat komunitas Blogger yang sangat aktif. Misalnya, Batagor di Bandung, Anging Mamiri di Makassar, Angkringan di Yogyakarta, Tugu Pahlawan di Surabaya, Wong Kito di Palembang dan masih banyak lagi.

Kedua eksistensi Pesta Blogger yang tahun ini akan memasuki tahun kedua , dan dilakukan dalam bentuk road show beberapa kota akan membuat komunitas ini semakin kuat.

2. Facebook
Ke depan Facebook akan berjaya mengalahkan Friendster. Mungkin saat ini masih banyak yang enggan bermigrasi dari Friendster ke Facebook, tapi dalam beberapa bulan ke depan akan semakin banyak orang yang akan beralih ke Facebook. Karena Facebook menyediakan fitur-fitur yang jauh lebih menarik dibandingkan Friendster.

Facebook sepertinya berusaha menjadi tempat yang mengakomodasi segala keinginan, mau menulis blog, chatting, main games, mengirim undangan, bahkan samapi kampanye sosial bisa dilakukan di Facebook. Inilah yang menyebabkan perkembangan Facebook begitu cepat.

3. Plurk
Plurk adalah sejenis twitter. Tepat dimana Anda dapat melakukan microblogging. Jadi disini Anda bisa posting maksimal 140 karakter yang ibarat ber-sms ria, tapi bisa dibaca oleh semua orang, dan bisa berdiskusi di sini.
Anehnya, tidak seperti Twitter yang disambut adem ayem saja, Plurk disambut dengan lebih baik oleh konsumen Indonesia. Walaupun saat ini di Indonesia juga baru menjadi tren di kalangan early adopter, tapi saya yakin ke depan akan mewabah di Indonesia.

Apa yang membedakan Plurk dibanding Twitter, adalah sistem Karma yang membuat konsumen berlomba meraih karma setinggi-tingginya. Bayangkan orang Indonesia, yang selalu tidak mau kalah dengan temannya, maka berusaha gimana caranya karmanya makin tinggi.

Kedua, microblogging itu lebih mudah. Anda tak perlu menulis panjang-panjang. Cukup menulis singkat saja, maka akan langsung penuh dengan komentar. Ingat tabiat orang Indonesia yang gemar ngobrol dan ngumpul-ngumpul. Sejauh ini yang saya tahu Kecap Bango telah memanfaatkanPlurk untuk berinteraksi dengan konsumen. Di Plurk Anda silahkan mencari nickname Bango Mania.

Kira-kira begitu perkiraan mengenai tren ke depan. Ada lagi yang belum tercantum, dan mungkin akan menjadi tren besar di tahun depan?


Jakarta, 230908
Pada Suatu Pagi...

Thursday, September 18, 2008

Pergeseran dari Media Relation Menjadi Talker Relation

Dahulu orang-orang PR dan Marketing Communication, sangat getol untuk berbaik hati dengan para jurnalis. Karena merekalah satu-satunya corong yang akan mampu mengabarkan berita tentang merek dengan sangat masif.

Lalu dengan adanya internet apakah jurnalis hanya satu-satunya? Tentu saja tidak. Konsumen itu tidak lagi mencari referensi dari media konvensional. Suara konsumen pun akan menggema lebih kencang dari sebelumnya.

Adanya mailing list, blog, Plurk, social networking dan yang lainnya menyebabkan konsumen punya banyak tempat untuk berinteraksi, berbagi dan bersuara. Dan celakanya suara mereka akan semakin keras menggema kemana-mana, karena bantuan teknologi ini.

Lalu apa yang terjadi? Para praktisi PR dan Marketing Communication, tidak hanya cukup berbaik ria pada para jurnalis. Anda juga harus pinter-pinter mendekati para Talker atau orang-orang yang mempunyai pengaruh di lingkungan sosial. Karena mereka ini punya suara yang sangat berpengaruh.

Dan ingat bahwa para talker itu juga konsumen, jadi ini adalah perbincangan dan komunikasi antarkonsumen. Dan untuk mendekati para talker memang membutuhkan pendekatan yang berbeda. Mereka membutuhkan pendekatan personal, hal-hal kecil dan perhatian akan efektif untuk mendekati mereka, dan mereka akan dengan senang hati merekomendasikan produk Anda.


Jakarta, 180908
Menanti Oh Menanti...

Thursday, August 28, 2008

Apa Yang Dilakukan Para Perempuan Di Social Media?

Beberapa hari yang lalu. saya lagi-lagi terhenyak pada sebuah obrolan dengan seorang teman. Dia mengganti statusnya dari "In Relationship" menjadi "Single", setelah melihat pacarnya yang nun jauh mengganti statusnya juga menjadi "Single". Ceritanya ini sebuah aksi balas dendam.

Intinya adalah, ternyata para perempuan ini, begitu detilnya ketika melihat hal-hal yang sangat pribadi di social media. Karena sebelumnya saya seringkali dapat gosip terbaru dari para teman-teman perempuan, katanya si ini sudah putus, si anu ganti pacar. Atau yang lain lagi, sedang diujung tanduk hubungannya. Terus setelah ditanya dari mana mereka tahu? Jawabannya semua sama, status Friendster!!!!

Wah, wah, wah ternyata hal seperti ini penting yah bagi para perempuan. Jujur saya tidak pernah memperhatikan status seseorang. Sebenarnya ini tidak terlalu mengherankan, kalau di dunia nyata para wanita biasanya mengintip status terutama para pria dari cincin yang melingkar. Kalau belum ada cincin, berarti masih ada peluang nih, selalu ujungnya kesana.

Lalu apa sesuatu yang lebih besar dari semua ini. Ini memberikan sebuah petunjuk bahwa para perempuan itu memang menyukai informasi yang sangat personal. Bukan hanya di dunia nyata mereka suka bergosip, ternyata di dunia maya pun perilakunya sama.

Lalu apa konsekuensinya? Saya membayangkan, bila membangun sebuah komunitas online atau sebuah website yang menyasar para wanita, maka website ini harus sesuai dengan karakter ini. Semuanya harus bersifat personal, dari segi bahasa, hingga isi yang ada di dalamnya. Semua harus mengambil tema soal-soal yang sangat pribadi, hal-hal yang mungkin bagi para pria tidak penting akan sangat penting buat mereka.

Dan celakanya kebanyakan developer website dan orang-orang yang bermain di dunia ini adalah para pria. Apakah para pria ini, bisa sebegitu memahami dunia perempuan? Disinilah peran pemasar dan pemilik brand harus lebih berhati-hati. Dan pintar-pintar mengarahkan para developer website, untuk mengerti apa sih yang sebenarnya dibutuhkan targer konsumennya. Bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 290808
On Cloudy Friday

Thursday, August 21, 2008

Apa yang Dicari Konsumen dari Plurk???

Saat ini beberapa pecinta teknologi, dan early adopter di Indonesia sedang gandrung dengan Plurk. Makhluk macam apa lagi ini??? Ini semacam blog, tapi sangat singkat. Sekali menulis, maksimal 140 karakter, yah berarti sepanjang sms.

Plurk dikategorikan sebagai micro blogging, kenapa disebut mikro?? Ya karena nulisnya pendek-pendek. Nah kalo blog biasa, itu orang seperti dituntut untuk nulis panjang-panjang, dan komitmen yang tinggi untuk sharing sesuatu yang penting ke kalayak yang luas.

Nah di micro blogging ini, justru sharing hal-hal yang nggak penting. Misalnya makan siang dimana, lagi ngapain, dll. Lalu mungkin banyak yang bertanya, mang penting ya? Nyatanya penting tuh.

Plurk sedang jadi bahan pembicaraan di banyak milis, dan juga dalam ajang kumpul-kumpul. Sepertinya selain konsumen kita suka narsis, mereka juga selalu ingin tahu, dan sangat perduli dengan apa yang dilakukan teman, tetangga ato sodara... Nah sepertinya fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh para penggagas microblogging.

Nah apa yang kemudian perlu diketahui oleh pemasar? Disini konsumen biasanya suka pamer sekaligus komplen lho... Misalnya mereka pamer, makan siang dimana, jalan-jalan ke mall mana. Bukankah ini sebuah media PR yang sangat okeh? Bayangkan bila dia pengguna Plurk yang gaul, dimana ada ratusan atau mungkin ribuan teman. Plus fans-fans yang bertebaran.

Tapi merek Anda juga akan segera tamat, bila tiba-tiba ada yang ngeluh di Plurk-nya. Semisal kemarin saya membaca Bos saya mengeluhkan soal XL 3G yang sekarang katanya makin lambat. Waduh jujur saja, saya langsung ilfeel dengernya. Kalo misal ada temen nanya soal 3G, buru-buru saya tidak akan merekomendasikan XL, karena teringat komentar di atas.

Plurk juga bisa jadi ajang ngerumpi berjamaah. Seorang pengguna Plurk saya temukan sedang berbagi iklan atau videoklip kesukaan gituh lupa. Nah dimasukkan juga tuh linknya. Internet saat ini dengan segala penemuan baru, menyebabkan informasi beredar semakin cepat, baik itu baik ataupun buruk...


Jakarta, 210808
Hari yang Panas...

Thursday, August 14, 2008

Konsumen Itu Butuh Didengarkan...

Ada sebuah cerita menarik, ketika saya menjadi organizer acara Blogger Writing Competition "Liburan Bersama Kijang". Di e-mail kontak, saya tiba-tiba menemukan sebuah e-mail keluhan dari pengunjung.

Nama : jhal
Alamat : dunia maya
Hp : 085238207238
Pertanyaan : emang semua blogger pake mobil kijang??? kalo cerita blognya liburan keluarga naik andong tapi yang narik kijang gimana??? dasar ngadain lomba syaratnya kok berlebihan...

http://bintang-terasing.co.cc neh blog orang miskin neh cuihhhh


Lalu, saya merespon e-mail itu seperti ini:

Dear jhal,

Terima kasih untuk komentarnya. Sebenarnya dalam lomba ini tidak
mengharuskan semua peserta untuk memiliki sendiri mobil Kijang, tapi bisa saja mobil teman, tentangga, atau sewa mungkin. Mungkin bisa dilihat lagi di syarat dan ketentuan.

Pihak Toyota hanya bertujuan untuk mempromosikan semangat ngeblog, mohon maaf bila lomba ini tidak berkenan di hati Anda.


Salam,

Panitia


Lalu sangat menakjubkan reaksi beliau saat menerima e-mail saya:

wahhhhh saya benar-benar salut...
ternyata hanya untuk komentar gak berguna seperti ini masih sempat juga dibalas...

mohon maaf telah karena telah menganggap syarat tersebut berlebihan...
mungkin jika akan mengadakan lomba blog lagi... lebih baik *tidak mencantumkan persyaratan yang berupa materi.*..

terima kasih untuk tanggapannya dan sekali lagi *mohon maaf *dan saya juga ingin mewakili komentar dari para blogger laen yang telah mengungkapkan tanggapan yang sama dengan yang telah saya utarakan sebelumnya.

hormat saya,
jhal sang *Bintang Terasing


Perbincangan melalui e-mail ini telah mendapatkan persetujuan dari beliau untuk dipublikasikan. Nah apa pelajaran menarik yang bisa kita ambil? Bahwa sebenarnya konsumen itu terkadang hanya ingin didengarkan.

Saat ini trennya adalah dialog antara produsen dan konsumen secara personal. Pemilik merek tidak bisa lagi tampil menjadi super brand yang ingin terlihat sempurna tanpa cacat.

Konsumen sebetulnya tahu, bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, yang mereka butuhkan hanyalah seorang pendengar. Maka lebih banyaklah mendengar mereka, maka mereka dengan senang hati akan menjadi brand evangelist produk Anda.

Teknologi saat ini telah memungkinkan produsen untuk berkomunikasi dua arah dengan konsumennya. Maka sudah saatnya produsen belajar menjadi pendengar yang lebih baik. Konsumen saat ini sangat berlimpah pilihan, pengambilan keputusan membeli akan lebih banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya emosional, misalnya perasaan didengar keluhannya.

Jakarta, 140808
Sebuah Hari yang Menegangkan...

Tuesday, July 29, 2008

FX Plaza: Mengakomodasi Gen Y yang Narsis

Mall-mall sudah sangat banyak di Jakarta. Bahkan banyak orang berkomentar, "Hahhhh bangun mall lagi?" Kebanyakan konsumen sepertinya sudah muak dengan kehadiran mall-mall baru.

Namun konsep baru yang ditawarkan oleh FX Plaza, segera disambut gegap gempita oleh para pecinta gaya hidup. Ketika pertama kali ke mall ini, sekitar lima hari setelah dibuka, mall ini masih relatif sepi. Tapi minggu berikutnya sepertinya pengunjung sudah membludak.

Lalu apa istimewanya? Mall ini mengambil pasar yang sangat khusus, para kaum muda urban berduit, profesional muda yang doyan nongkrong-nongkrong dan jalan-jalan. Makanya jangan heran bila tenant yang ada sebagian besar didominasi restoran, dan jualan aksesoris.

Mall ini juga menawarkan slider, yang kemudian menjadi senjata utama untuk menciptakan viral marketing. Belum lagi bila Anda melihat ruangan-ruangan yang disewakan sebagai tempat meeting, transparan, dan sekaligus bisa untuk Karaoke. Ide yang cerdas...

Tenant-tenant yang belum dibuka pun disulap menjadi tempat pameran hasil karya seni instalasi, yang tentu saja bertujuan untuk menjadi obyek foto yang menarik. Bayangkan kemudian foto-foto ini tersebar di blog, friendster, facebook, atau mailing list. Bukankah itu menjadi publikasi murah untuk FX Plaza?

Mall ini benar-benar memahami Gen Y. Mengapa? Saat ini Gen Y adalah generasi baru yang mempunyai daya konsumsi yang tinggi. Mereka lahir dari awal 1980-an hingga akhir 1990-an. Mereka saat ini adalah para pekerja muda, dan remaja. Generasi ini adalah generasi yang sering disebut generasi yang suka nongkrong dan jalan-jalan, serta narsis, dalam segi pekerjaan mereka banyak membuat pusing para HRD karena pembosan, banyak tuntutan, dan ingin bekerja dengan gaya yang kasual. Mereka ini lahir di era teknologi, dan ekonomi yang sedang tumbuh pesat.

Inilah yang sepertinya ditangkap oleh FX Plaza. Dimana para Gen Y yang banyak tuntutan ini, difasilitasi untuk bisa bekerja sekaligus bersosialisasi. Dan terbukti pendekatan ini sukses berattt, menangguk banyak pengunjung. Di tengah kebanyakan mall, yang menyasar segmen keluarga.


Jakarta, 290708
I Wish My Dreams Come True

Tuesday, July 01, 2008

Menghitung Online PR Value???

Dalam dunia PR tradisional, sudah ada rumus baku dalam perhitungan konversi nilai dalam uang, dari sebuah publikasi. Misalnya dihitung 2 X rate iklan X jumlah kolom. Lalu saya sedang membayangkan, bagaimana dengan perhitungan online PR Value?

Karena ada banyak hal lain yang sangat khas online yang seharusnya juga diperhitungkan dalam perhitungannya. Misalnya:
1. PageRank (peringkat dari sebuah situs atau blog)
2. Jumlah pengunjung yang tentunya sangat fluktuatif
3. Agregator Blog, dimana blog tersebut terdaftar pada sekumpulan blog yang akan terupdate setiap hari.
4. Jumlah pelanggan RSS Feed

Lalu bagaimana PR Value akan bisa dihitung dengan sangat banyaknya variabel seperti ini? Padahal perhitungan PR Value itu sangat penting untuk meyakinkan manajemen puncak, apabila mereka ingin melakukan investasi di Online PR.

Adakah yang bisa memberikan jawaban formula perhitungan Online PR Value, atau mungkin variabel tambahan yang mungkin perlu dipertimbangkan dalam penghitungan ini?


Jakarta, 010708
Berjuang Keras Melawan Kebosanan

Friday, June 27, 2008

Seberapa Efektif Internet, Dibanding Media Lain???

Pertanyaan ini sepertinya menjadi pertanyaan setiap pemasar dan praktisi PR di Indonesia. Efektifkah internet mempengaruhi konsumen? Ada sebuah peneltian menarik yang dilakukan di Eropa, diktuip dari FutureLab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa negara di Eropa, diambil kesimpulan, bahwa internet dua kali lebih berpengaruh pada konsumen dibandingkan televisi, dan delapan kali lebih berpengaruh dibandingkan media cetak.

Ujung-ujungnya kembali lagi kepada siapa yang memberikan pendapat tentang sebuah produk. Di media cetak dan televisi, konsumen sadar bahwa itu adalah suara dari produsen. Ya tentu saja, produsen akan bilang produknya nomor satu, begitu yang nyangkut dalam benak konsumen.

Namun justru sebaliknya yang terjadi di internet. Konsumen sendiri yang bercerita tentang pengalaman mereka mengkonsumsi sebuah produk. Dan pengalaman itulah yang dibagi ke konsumen lainnya.

Oleh karena itu jangan heran, apabila banyak konsumen yang melakukan riset online terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Lalu apa yang harus disiasati dengan perilaku semacam ini?

Sekarang adalah era web 2.0, dimana setiap orang bisa mempublikasikan pendapatnya. Maka perusahaan, seharusnya memberikan fasilitas agar konsumen bisa memberikan review atau opini di website perusahaan. Karena konsumen lain yang akan membeli produk serupa, akan lebih mempercayai opini sesama konsumen dibandingkan suara produsen.

Jakarta, 270608
Detik-detik Menuju Pulkam....

Wednesday, June 18, 2008

Geliat Visit Indonesian Year 2008 di Dunia Online...

Kampanye Visit Indonesian Year 2008, sangat banyak menuai perdebatan. Banyak yang mengkritik kesiapan negara ini menyambut turis asing. Alasannya, bencana alam, demonstrasi, dan berita negatif lainnya. Belum lagi kampanye ini yang ipersiapkan dadakan, dan tergesa-gesa sehingga gaungnya tidak terlalu meluas.

Tapi sangat menarik kalau melihat langkah yang dilakukan departemen kebudayaan dan pariwisata di dunia online. Selama ini saya pikir, orang-orang departemen itu gaptek, dan tidak melek teknologi.

Ternyata pemikiran ini salah. Saya melihat banyak sekali banner tentang Visit Indonesian Year terpasang bukan hanya di media mainstream seperti portal berita dll. Banner ini ternyata juga eksis di berbagai blog, termasuk Indobackpacker, yaitu blog dari para pecinta jalan-jalan berbudget murah.

Dan yang lebih seru lagi, ternyata mereka juga memanfaatkan Facebook untuk melakukan kampanye. Dan kampanye ini tampaknya lumayan berhasil. Karena groups yang dibentuknya hingga hari ini mampu menyedot simpatisan hampir 13.000 orang. Dan banyak dari simpatisan ini adalah orang-orang asing, dan orang Indonesia yang berada di luar negeri.

Bayangkan dengan membentuk groups di facebook yang gratis ini, mereka bisa mempromosikan situs wisata Indonesia, dan juga file video serta gambar kecantikan alam dan kebudayaan Indonesia. Langkah yang sangat inovatif, disaat para pemasar lainnya bahkan masih gagap dengan teknologi ini.

Disini, para simpatisan juga bisa mengirimkan komentar yang bisa dibaca oleh semua orang. Jadi paling tidak mereka juga bisa mendapatkan insight seperti apa sih cara pandang konsumen tentang Indonesia.

Ini sebuah langkah yang murah dan tepat, karena apa? Target audiens dari Visit Indonesian Year 2008 kan terutama dari manca negara. Dan teknologi internet mampu menjangkau mereka, dengan biaya yang sangat murah.

Jakarta, 180608
Lost in time...

Friday, June 06, 2008

Gebrakan Baru Toyota Menggandeng Blogger

Toyota sepertinya layak diacungi jempol sebagai perusahaan yang sangat inovatif. Setelah sebelumnya Toyota, berhasil membuat kehebohan dengan mengundang Blogger dalam acara Luncheon. Kali ini Toyota kembali dengan sebuah terobosan baru dengan mengadakan blogger writing competition, dengan tema "Liburan Bersama Kijang".

Beberapa perusahaan memang telah melakukan hal serupa. Namun jelas ini menjadi berbeda karena, pertama Toyota menawarkan hadiah yang sangat besar, liburan ke Disneyland. Kedua, Toyota memasang iklan justru di sarangnya yaitu di blog-blog kenamaan, seperti Raditya Dika, Venus, dan Ndoro Kakung. Sehingga iklan yang dipasang memang tepat sasaran, dan langsung bisa terukur seberapa dampaknya pada brand awareness Kijang, dan acara ini sendiri.

Saat ini pemasar tidak bisa lagi menggunakan cara-cara yang biasa untuk memasarkan produknya, dan membuat sebuah produk dikenal oleh publik. Internet dengan segala potensinya mempunya potensi yang sangat besar untuk menciptakan word of mouth sebuah produk. Namun belum banyak pemasar yang mau melakukan hal ini, dengan berbagai alasan.

Terbukti dalam beberapa hari saja, lomba ini menjadi perbincangan di beberapa posting blog, seperti di Virtual, Dian K Irawaty, Bungcip, Mukhlason, Wikimu. Lalu tunggu apalagi??? Saatnya Anda menjadi yang pertama di kategori. Karena yang pertama selalu yang teringat dibenak konsumen.

Jakarta, 090608
Great Monday

Wednesday, June 04, 2008

Blogging Bubble, How High Can You Go?

BusinessWeek edisi Indonesia edisi 11 Juni 2008, membahas "Masa Depan Blog" sebagai topik utama. Satu hal yang menjadi perhatian adalah, apakah gelembung blog akan meletus seperti halnya tren yang terjadi di industri dotcom beberapa tahun lalu? Berdasarkan data yang ditulis, technorati mencatat saat ini ada 74 juta blog di dunia, namun saat ini yang aktif hanya sekitar 2-4juta blog. Blog yang dikategorikan aktif, adalah blog yang di update dalam dua bulan terakhir.

Tampaknya di Amerika Serikat, blog sudah mengalami tren penurunan. Walaupun diprediksi, gelembung blog tidak akan meletus. Kalau menurut saya, tren penurunan adalah sebuah kewajaran, karena gelombang teknologi terbaru terus berdatangan. Dan sebagian besar orang, akan beralih ke teknologi baru yang lebih seksi dan mempesona.

Namun seperti halnya teori Darwin, survival of the fittest. Maka dunia blogging akhirnya hanya akan menyisakan para blogger kenamaan yang punya banyak penggemar. Dimana para penggemar itulah yang memberikan energi bagi mereka untuk terus menulis.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Dunia blogging di Indonesia sepertinya baru marak setahun belakangan ini. Dunia blog banyak dilirik, setelah acara Pesta Blogger, yang kemudian mendapatkan liputan yang sangat luas.

Oleh karena itu, dunia blogging di Indonesia sedang masuk dalam tahap pertumbuhan, dan setidaknya masih akan bertumbuh selama satu atau dua tahun ke depan. Dan menurut analisa saya, ada beberapa hal yang menyebabkan blogging akan tetap bertahan, dan terus tumbuh subur di negeri ini.

Pertama
Masyarakat kita itu sedang mengalami euforia dengan kebebasan pers. Jadi blogging menjadi sarana untuk "berteriak", dimana saluran ini dulu tersumbat.

Kedua
Konsumen kita suka berbagi, terutama pengalaman pribadi. Sekaligus kita suka mencari tahu urusan orang lain. Ya jadinya kloplah sudah. Jadi jangan heran bila banyak blog di Indonesia, yang bercerita tentang pengalaman pribadi pun, banyak dikunjungi dan banyak pula dikomentari.

Ketiga
Tipikal orang Indonesia itu, agak konservatif. Tidak terlalu suka mencoba hal-hal baru. Kebanyakan akhirnya mencoba hal baru akibat tekanan sosial, dan ikut-ikutan. Dan karena konservatif ini, biasanya lebih loyal. Silahkan saja lihat, di luar negeri, trennya orang lebih banyak menggunakan Facebook atau Myspace. Tapi konsumen kita, masih setia dengan Friendster.

Jadi ini bisa jadi referensi bagi para pemasar dan praktisi PR di Indonesia. Perkembangan blog di Indonesia sedang bergairah, apabila target audiens Anda ada disana. Sebaiknya segera mendalami dunia ini.

Jakarta, 040608
Afternoon Session

Monday, June 02, 2008

Saatnya PR Kembali ke Selera Asal...

Hari saya membaca sebuah artikel yang menarik, tentang Social PR. Dalam blog ini, konsep intinya adalah mengintegrasikan PR, pemasaran, dan media baru yang sedang menjadi tren saat ini, misalnya situs jaringan sosial, blog dll.

Sebenarnya seperti apa yang ditulis diakhir artikel ini. Ini hanyalah sebuah istilah baru, untuk sebuah praktek yang telah lama dilakukan di dunia PR. Yaitu sebuah semangat untuk memberikan kontribusi bagi komunitas dan masyarakat, yang sempat ditinggalkan selama 20-30 tahun belakangan.

Selama ini, PR telah mengalami perkembangan yang luarr biasa, dimana PR bertugas untuk mengontrol pemberitaan media. Ya, itu sangat mudah dilakukan, ketika media besar mendominasi, dan pihak-pihak yang bisa melakukan publikasi sangat terbatas.

Namun era seperti ini sepertinya tidak relevan lagi saat ini, kini saatnya PR bertugas untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen. Bukan saatnya lagi PR berpikir untuk menjadi Sang Dewa pengendali. Ini eranya semua orang bebas berbicara.

Sudah saatnya PR kembali ke selera asal. Berbicara tentang kejujuran, tanpa bisa ditutup-tutupi lagi...

Jakarta, 020608
Late Night

Thursday, May 22, 2008

Nasib Produk Anda di Tangan Google???

Saya terhenyak sejenak, saat mendengar cerita seorang teman. Dia melakukan riset terlebih dahulu mengenai brand-brand Bis antar kota melalui internet, saat kita akan bepergian keluar kota.

Seorang teman lainnya, pernah cerita. Dia melakukan riset terlebih dulu di internet, saat akan berlangganan tv kabel. Lalu apa kesimpulannya? Internet sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan pembelian sebuah produk.

Anda mungkin selama ini berpikir, buat apa serius menggarap internet, toh di Indonesia orang masih jarang bertransaksi online. Tapi ingat bahwa konsumen saat ini semakin canggih, sebelum melakukan pembelian mereka melakukan riset dulu di internet. Dan sayangnya mereka ini, adalah mereka yang siap membeli.

Mereka biasanya akan "Googling ajah". Dan google akan menyajikan semua informasi, yang berkait dengan produk yang dicari. Bayangkan bila komplain tentang produk Anda di blog, forum, atau situs suara konsumen semacam pintu.net mendominasi, maka konsumen akan urung membeli produk Anda.

Mungkin Anda berpikir, apakah konsumen akan percaya begitu saja dengan orang-orang tanpa kredibilitas? Sebenarnya selama ini konsumen juga tidak terlalu perduli dengan kredibilitas. Dulu mereka bertanya pada tetangga kanan kiri, teman sekerja, atau orang yang pernah mengkonsumsi produk tersebut.

Nah sekarang, semua itu bisa mereka temukan di internet, dengan lebih terorganisir. Bahkan situs suara konsumen, atau beberapa situs lainnya seperti Amazon, mempunyai fasilitas untuk memberikan rating bagi setiap produk plus kolom komentar yang sangat interaktif.

Kehadiran internet juga menyebabkan searching cost konsumen menjadi sangat murah. Dulu konsumen, tidak terlalu banyak melakukan riset sebelum membeli untuk sekedar membandingkan harga, karena perbedaan harga yang didapat tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mencari harga yang termurah. Di internet, mereka bisa membandingkan harga produk yang sama dari berbagai gerai di saat yang bersamaan.

Kesimpulannya, ada begitu banyak hal yang berkait dengan produk Anda di internet, bukan hanya sekedar online sales. Konsumen mungkin tak membeli, tapi mereka meriset di internet. Selamat datang generasi googling, bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 220508
In A Hurry

Thursday, May 15, 2008

Tips Membangun Komunitas

Dalam artikel sebelumnya, saya pernah menulis bahwa saat ini komunitas sedang naik daun. Lalu bagaimana caranya menangani komunitas ini? Akhirnya saya mendapatkan sebuah pencerahan dari blog NowIsGone. Blog ini membahas apa saja yang perlu dilakukan untuk membangun komunitas.

1. Jangan pernah mengontrol pesan
Ini adalah era yang berbeda dari sebelumnya, dimana saat media masih sangat terbatas, maka pemilik merek bisa mengontrol berita dan pesan yang beredar dengan mudahnya.

2. Kejujuran, etika, dan transparansi.
Ketiga hal diatas merupakan sebuah keharusan, karena dalam komunitas semua orang itu merasa terkait secara emosional.

3. Partisipasi dalam komunitas
Saat kita memutuskan untuk menggarap pasar komunitas, maka pemasar harus terlibat di dalamnya secara aktif. KIta tidak bisa hadir hanya saat mau mengirimkan iklan. Komunitas itu tentang keterkaitan secara emosional.

4. Komunikasi ke Audiens itu sudah gak jaman
Anda sedang hidup dijaman internet yang interaktif, jadi tidak bisa lagi komunikasi satu arah. Apa yang harus dilakukan adalah melibatkan konsumen, dan berdialog dengan mereka.

5. Berikan Nilai Tambah
Keterlibatan Anda secara aktif di komunitas, untuk mendengarkan, berdialog dengan mereka membuat Anda bisa memberikan kontribusi informasi yang penting untuk mereka.

6. Berikan informasi bukan propaganda
Ini yang agak susah, kebanyakan pemasar tidak sabar saat memasarkan ke komunitas. Mereka hanya memindahkan paradigma iklan ke pemasaran di komunitas, yang tentu saja tidak jalan. Berikan ke komunitas sesuatu yang inspiratif, dan menarik maka mereka akan dengan senang hati menyebarkannya.

7. Tambahkan sarana yang memudahkan komunikasi
Gunakanlah RSS Feed, dan saran lainnya yang memudahkan pengunjung untuk kembali ke berkunjung.

Jakarta, 150508
In A Hurry

Wednesday, May 14, 2008

Di Online PR dan MarCom, Lupakan Bahasa Press Release...

Ini adalah tantangan terbesar yang mungkin akan dihadapi oleh para praktisi PR. Mereka akan tergagap-gagap saat harus berkomunikasi di online. Praktisi PR terbiasa menulis dengan bahasa resmi, elegan, dan terkesan dingin, seperti halnya ketika membuat press release.

Padahal di dunia internet, Anda tidak bisa lagi melakukan yang sama. Di internet, audiens Anda bukan wartawan yang butuh naskah yang menjadi sumber berita mereka. Di internet, Anda akan bertemu langsung dengan beragam pembaca. Dia bisa jadi kompetitor, wartawan, atau konsumen Anda.

Pembaca Anda yang sangat beragam pastinya membingungkan. Jadi Anda diharapkan mempunyai kemampuan menulis dengan gaya yang berbeda. Bahasa yang lebih gaul, lebih seperti sebuah dialog dengan bahasa lisan. Karena perkembangan internet saat ini, mendorong kita menjadi sangat interaktif. Sesuatu yang tidak dimungkinkan oleh media lainnya. Setiap tulisan Anda, akan segera ketahuan responnya. Kolom komentar memungkinkan semua orang bisa bersuara.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jangan menulis terlalu panjang dan bertele-tele. Pembaca sudah malas melihat tulisan Anda yang terlalu panjang. Kebiasaan orang membaca di internetitu hanya sekedar scanning. Jadi buatlah poin-poin untuk hal-hal yang dianggap penting.

Jakarta, 140508
Sore yang Cerah

Monday, May 12, 2008

Demo dan Menciptakan Opini Publik Via Blog

Pagi ini saya terhenyak saat mengecek Google Readers, posting Mbelgedez di blognya menurut saya merupakan fenomena menarik. Dia meminta para pembacanya yang setia, untuk membuka blog FORKOM ARAS.

Blog ini dibangun, sebagai solidaritas atas sebuah travel agent, yang uang depositnya belum dikembalikan oleh Adam Air. Sepertinya dari blog ini, para pengusaha travel agent sedang melakukan protes, dan berusaha menarik opini publik sebanyak-banyaknya untuk mendukung mereka.

Lihatlah, postingan beliau, yang mengajak semua orang untuk kasih komentar. Tujuannya agar peringkatnya naik di wordpress, dan pada akhirnya akan membuat blognya terdeteksi dan dikunjungi semakin banyak orang. Itu pun masih ditambah lagi dengan video yang di upload di youtube.

Fenomena ini menarik karena beberapa hal. Pertama, ternyata blog saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Semenjak blog menjadi tren, dan orang gemar menulis dan membaca blog. Banyak orang yang kemudian menggunakan blog, untuk beragam kepentingan. Kedua, terjadi pergeseran strategi untuk melakukan demo dan membangun opini publik.

Mereka-mereka yang telah melek teknologi, tidak mau lagi capek-capek demo di jalanan, yang berisiko ditonjok polisi. Atau mengirimkan surat protes ke media cetak atau elektronik, dimana ini juga membutuhkan jalan panjang. Yang paling penting kan esensinya, menarik perhatian publik sebanyak-banyaknya.

Mereka lebih memilih consumer generated media, dimana merekalah yang memegang kontrol. Dan mereka yang melek teknologi ini, tahu bagaimana caranya mendatangkan banyak pengunjung, untuk menyebarkan idenya.

Untung saja Adam Air sudah karam. Bagaimana kalau ini adalah produk dimana Anda sebagai Marketing Manager atau PR Manager? Bukankah dampaknya akan sangat luas bagi keberlangsungan produk Anda?

Oli Top 1, dan Mizone sempat kalang kabut, karena isu miring yang beredar di mailing list tentang produk mereka. Mereka tidak segera menanganinya sejak awal, dan pada akhirnya mereka mengeluarkan dana yang sangat besar, untuk memulihkan kepercayaan. Hanya karena mereka abai, dan tidak mendeteksi sejak dini. Bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 120508
Menuju Makan Siang

Thursday, May 08, 2008

Komunitas yang Sedang Naik Daun...

Belakangan ini, mendadak banyak sekali klien yang minta dibikinkan komunitas, atau ingin tahu apa itu komunita. Terutama mereka tertarik dengan komunitas online. Mengapa sekarang komunitas menjadi tren? Ini sebuah pertanyaan menarik.

Menurut saya ada beberapa hal, yang menyebabkan komunitas menjadi seksi di mata para pemasar. Pertama, para anggota komunitas biasanya sangat loyal, dan mempunyai ikatan yang sangat kuat antara satu dengan lainnya. Kedua, pendekatan ke komunitas itu lebih efektif karena Anda berbicara dengan orang memang antusias dan membutuhkan produk Anda.

Lalu mengapa sekarang komunitas menjadi begitu hebatnya, dan diburu oleh pemasar? Ada beberapa faktor juga yang menjadi penyebabnya. Pertama, tak bisa dielakkan lagi kehadiran internet membuat komunitas tumbuh subur. Karena orang-orang dengan kesamaan karakter dan minat, tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Orang dengan dengan minat yang sama bisa bertemu di forum, mailing list, atau groups yang disediakan oleh situs jaringan sosial.

Kedua, saat ini begitu banyak merek dan pilihan bagi konsumen. Kelimpahan pilihan membuat konsumen terkadang bingung, dan tidak bisa membedakan satu produk dan lainnya. Maka pada komunitaslah mereka akan meminta rekomendasi produk yang layak untuk dikonsumsi.

Makanya jangan heran, bila banyak sekali perusahaan yang mulai menerjunkan karyawannya untuk berkelana ke berbagai mailing list dan forum. Menjadi pengamat dan pendengar suara konsumennya, lalu kemudian sesekali mengadakan kegiatan offline untuk mempererat ikatan emosional antara produk dan konsumennya.

Karena di era berlimpah pilihan saat ini, konsumen menjadi sangat sentimentil. Keputusan pembelian lebih didasarkan pada isu-isu yang dianggap penting bagi mereka, dibandingkan produk itu sendiri.

Jakarta, 080508
Saatnya Menulis Lagi...

Friday, May 02, 2008

WOM All New Corolla Altis Masih Berlanjut

Beberapa waktu yang lalu, Virtual Consulting dipercaya oleh Toyota Astra Motor menjadi konseptor dan partner untuk mengundang blogger dalam rangka peluncuran All New Corolla Altis. Saat itu reaksi dari blogger memang sangat luar biasa, menimbulkan heboh dimana-mana, bahkan sampai juga ke media cetak.

Di milis-milis juga sempat terjadi perdebatan, apakah ini efektif atau tidak. Beberapa orang mengkritik, namun ini justru memberikan masukan yang sangat berharga. Karena ini adalah pertama kalinya, dalam dunia pemasaran dan humas di Indonesia. Dan satu hal yang cukup mengagetkan adalah, efek word of mouth tentang acara ini ternyata masih terus berlanjut.

Penyebabnya, adanya seorang Hermawan Kartajaya yang sangat berpengaruh di dunia marketing Indonesia menjadi evangelist dari acara itu. Ia bercerita dalam berbagai seminarnya, yang kemudian ditulis juga di majalah Mix. Studi kasus All New Corolla Altis, akan menjadi topik bahasan juga di Workshopnya yang akan diadakan pada 16-17 Mei 2008. Karena tahun ini menurut Hermawan adalah eranya marketing yang merangkul komunitas online.

Blogger Luncheon with Corolla Altis bisa terus menimbulkan efek bola salju, didukung oleh beberapa hal. Pertama, ini adalah sesuatu yang pertama kali dilakukan. Tentu saja Anda tahu sesuatu yang pertama, selalu mendapatkan perhatian lebih. Suatu yang pertama merupakan salah satu faktor yang akan menciptakan berita atau word of mouth.

Kedua, pemilihan blogger juga tidak sembarangan. Kami dari Virtual melakukan pemilihan blogger yang akan menjadi talker yang berpengaruh pada banyak komunitas. Ketiga, pendekatan yang dilakukan kepada para blogger juga sangat berhati-hati. Kalau dalam bahasa Hermawan Kertajaya, kita mendalami dulu desire dan anxiety dari blogger.

Sudah saatnya pemasar tidak memandang sebelah mata komunitas online. Mereka itu eksis dan terus membesar. Apakah Anda akan tetap terdiam, dan disalip pesaing? Ini adalah pilihan...

Beberapa tulisan blogger tentang acara tersebut bisa dibaca di sini:
Blog Sebagai Media untuk Corporate Communication
Ketika Produsen Mobil Mengundang Blogger
Mengintip All New Corolla Altis
Indonesia First Bloggers News Conference
Toyota Luncheon
The First Blogger All New Corolla Altis Test Drive

Jakarta, 020508
Hari Menggelap...

Wednesday, April 30, 2008

Dicari Pemasar yang Melek Teknologi!!!

Yayaya sepertinya kemampuan untuk menguasai teknologi menjadi kompetensi yang sangat penting saat ini. Mengapa??? Karena saat ini konsumen Anda itu sudah begitu canggihnya, dan sangat terbiasa berinteraksi dengan internet. Apalagi apabila produk Anda menyasar generasi muda di bawah 30 tahun. Jadi bagaimana mungkin sebagai pemasar, Anda tidak mengerti tentang perkembangan terbaru?

Misal saja, saat ini konsumen sangat doyan dengan namanya blog, situs pertemanan semacam friendster, facebook, myspace, dll. Mereka juga aktif di berbagai forum, untuk berdiskusi tentang politik, sosial, bahkan produk Anda. Belum lagi era web 2.0 dimana konsumen bisa memberikan komentar langsung atas setiap artikel atau berita.

Sebagai pemasar Anda tentu merasa pusing, kalo Anda tidak tahu hal ini. Jangan sampe Anda hanya berbicara melalui media billboard, tv, radio atau media konvensional lainnya sementara produk Anda dipuji atau dihujat di internet tanpa Anda pernah tahu.

Era internet membawa sebuah revolusi, dimana Anda sedang berdialog dengan konsumen Anda. Anda tidak lagi bisa menjejalkan ke benak konsumen, "Ini lho produk saya yang paling ok". Lalu untuk memenangkan persaingan, berusaha berteriak paling kencang, dengan menggelontorkan anggaran promosi paling gede.

Anda harus belajar untuk berinteraksi dengan konsumen, mendengarkan apa keinginan mereka. Mengucapkan terima kasih apabila mereka memberikan pujian, dan memberikan respon simpatik saat produk dicela. Dan dalam hal ini, ada kompetensi lain yang dituntut dari Anda, yaitu belajar untuk berkomunikasi dengan bahasa yang lebih informal, seperti halnya Anda ngobrol dengan teman Anda. Bahasa yang kaku, dan penuh basa-basi bukan jamannya lagi.

Mereka tidak butuh pemasar yang berlagak manis, tapi terlalu dibuat-buat. Konsumen saat ini sepertinya, membutuhkan seorang pemasar yang memposisikan diri sebagai teman yang mengerti dan memenuhi kebutuhannya.

Saat ini Anda harus belajar mendengar konsumen Anda, dengan kecanggihan teknologi bernama internet. Kalo sebagai pemasar Anda masih gagap dengan ini, bagaimana Anda bisa bersaing dengan pesaing Anda yang lebih agresif??? Setidaknya ini juga yang

Sekarang tinggal memilih, segera belajar teknologi yang sedang digemari, atau produk Anda tinggal sejarah???

Jakarta, 300408
Menanti Jakarta yang Macet...