Wednesday, March 02, 2005

Belajar TOEFL

Beberapa waktu lalu aku sempat mempelajari buku persiapann Tes TOEFL. Dan ada ide yang menggelitik yang menurutku patut untuk ditulis. Dari belajar TOEFL ada banyak hal yang bisa dipetik, selain tentunya tujuan utama untuk meningkatkan skor TOEFL.
Pertama, dari materi yang ada aku mulai menyadari bahwa orang Amerika begitu menghargai sejarah. Mereka punya informasi yang lengkap tentang banyak hal. Mulai dari sejarah sosial, hingga bangunan-bangunan dan proyek yang pernah dilakukan.
Semua informasi disusun dengan rapi, dan detilnya sangat mengagumkan. Dan yang lebih menarik adalah mereka bisa menyajikannya menjadi suatu menu yang bisa diperkenalkan pada bangsa-bangsa lainnya. Inilah kehebatan orang Amerika, mereka pandai jualan tanpa terkesan jualan. Waduh apa pula ini?
Yup, kita tak pernah menyadari kan? Bahwa proyek TOEFL juga merupakan satu dari rangkaian jualan tentang negara mereka. Mereka ingin seluruh dunia tahu, tentang sejarah dan kebudayaan mereka. Tanpa orang yang memperlajari menyadari, bahwa mereka telah dipaksa dalam tanda kutip untuk mempelajarinya.
Satu hal terpenting yang dapat dipetik adalah, bagaimana pentingnya media dalam menciptakan persepsi dan keinginan seseorang atas sesuatu.
Mereka pandai menjual diri bukan hanya melalui TOEFL, tapi juga melalui media lain seperti buku, film dan hampir semua media lainnya. Kadang terlihat sangat narsis dan memuakkan. Tapi mau apa dikata mereka memang jago untuk hal yang satu ini.
Pintar meninabobokkan semua orang dengan berbagai kemasan yang menarik. Hingga semua orang di berbagai penjuru dunia dipaksa untuk memiliki mimpi yang sama "American Dream". Impian yang sama tentang romantisnya salju, impian yang sama untuk baju kedodoran ala penyanyi R & B. Dan selera yang sama untuk Mac Donald atau Coca-Cola.
Lalu apa yang kita lakukan? Bersikap munafik dan mendua. benci tapi rindu, bukankah begitu? Ternyata ini bukan hanya mimpi buruk dalam syair lagu, tapi kenyataan yang begitu dekat. Lalu apa? Duduk diam dan menyesali diri? Itu pun tak ada gunanya, belajarlah dari keberhasilan mereka. Kuasai media, dan taklukkan dunia.

2 comments:

Anonymous said...

itu benar seai.............

kita ogah tapi mau......gimana gitu???

betul kah...

dedensaefudin.com said...

Jualan tanpa terlihat jualan. sebuah kesimpulan yang menarik. Boleh saling tukar link ga? tq