Friday, June 27, 2008

Seberapa Efektif Internet, Dibanding Media Lain???

Pertanyaan ini sepertinya menjadi pertanyaan setiap pemasar dan praktisi PR di Indonesia. Efektifkah internet mempengaruhi konsumen? Ada sebuah peneltian menarik yang dilakukan di Eropa, diktuip dari FutureLab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa negara di Eropa, diambil kesimpulan, bahwa internet dua kali lebih berpengaruh pada konsumen dibandingkan televisi, dan delapan kali lebih berpengaruh dibandingkan media cetak.

Ujung-ujungnya kembali lagi kepada siapa yang memberikan pendapat tentang sebuah produk. Di media cetak dan televisi, konsumen sadar bahwa itu adalah suara dari produsen. Ya tentu saja, produsen akan bilang produknya nomor satu, begitu yang nyangkut dalam benak konsumen.

Namun justru sebaliknya yang terjadi di internet. Konsumen sendiri yang bercerita tentang pengalaman mereka mengkonsumsi sebuah produk. Dan pengalaman itulah yang dibagi ke konsumen lainnya.

Oleh karena itu jangan heran, apabila banyak konsumen yang melakukan riset online terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Lalu apa yang harus disiasati dengan perilaku semacam ini?

Sekarang adalah era web 2.0, dimana setiap orang bisa mempublikasikan pendapatnya. Maka perusahaan, seharusnya memberikan fasilitas agar konsumen bisa memberikan review atau opini di website perusahaan. Karena konsumen lain yang akan membeli produk serupa, akan lebih mempercayai opini sesama konsumen dibandingkan suara produsen.

Jakarta, 270608
Detik-detik Menuju Pulkam....

Friday, June 20, 2008

Social Media Marketing: More Than Blogger Relations

Judul ini terinspirasi dari Geoff Livingston, ini sangat menarik, dan memang menggelitik pemikiran saya beberapa waktu belakangan ini. Walaupun saat ini, blogger sedang menjadi primadona. Sudah saatnya memikirkan cara lain untuk melakukan pendekatan ke online social media.

Sebenarnya sebagai pemasar kita sedang mencari orang-orang berpengaruh yang menjadi konektor, di dalam komunitas dan lingkungan sosialnya. Blogger hanyalah satu bagian dari itu, di luar sana masih banyak konektor lainnya yang bverserak di friendter, facebook, dan yang terbaru dan mungkin akan menjadi tren berikutnya setelah twitter, adalah plurk.

Disinilah kelihaian seorang pemasar untuk bisa melibatkan diri dalam komunitas-komunitas itu. Pemasar bukan lagi diharapkan hanya jago membuat planning, budgeting dll. Tapi mereka harus mengerti seluk-beluk media ini, lebih dalam lagi diterima dengan baik dalam komunitas-komunitas dimana produknya memiliki kepentingan disana.

Memang benar selama ini pemasar, adalah orang yang gaul. Tapi ternyata gaul saja tidak cukup, Anda juga diharapkan melek teknologi. Soalnya bagaimana mungkin Anda bergaul dengan blogger, atau orang-orang yang berpengaruh di social media, tapi Anda bahkan tidak tahu bagaimana pengalaman menggunakannya.

Setiap social media punya karakter yang berbeda. Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan yang sangat berbeda ke masing-masing komunitas ini.

Jakarta, 200608
Sekali lagi, lembur itu pilihan...

Lolita: Tentang Dunia Yang Muram


Kesan pertama yang terbangun dari nove Lolita, yang ditulis oleh Vladimir Nabokov adalah kemuraman. Sebuah percintaan antara seorang paruh baya, dengan seorang anak-anak berusia 12 tahun.

Kisah yang sangat rumit, sebuah percintaan yang sangat tragis. Dengan pendalaman karakter pribadi-pribadi yang nyleneh. Ceritanya seperti datar, konflik seperti dijaga dari awal hingga akhir.

Awalnya serasa agak membosankan membaca novel ini. Karena semuanya serba aneh. Namun kisah percintaan yang tulus dengan bungkus yang aneh bisa direnungkan disini. Novel ini juga membawa pada kehidupan tahun 50-an. Kehidupan dimana televisi sepertinya baru memulai debutnya, dan kehidupan unik lainnya.

Novel ini juga membawa kita pada berbagai kultur negeri Eropa dan Amerika. Karena persentuhannya dengan berbagai negara yang pernah ditinggalinya, membawa novel ini menjadi lebih kaya.

Jakarta, 200608
Malam Hari Masih di Kantor Itu Pilihan...

Wednesday, June 18, 2008

Geliat Visit Indonesian Year 2008 di Dunia Online...

Kampanye Visit Indonesian Year 2008, sangat banyak menuai perdebatan. Banyak yang mengkritik kesiapan negara ini menyambut turis asing. Alasannya, bencana alam, demonstrasi, dan berita negatif lainnya. Belum lagi kampanye ini yang ipersiapkan dadakan, dan tergesa-gesa sehingga gaungnya tidak terlalu meluas.

Tapi sangat menarik kalau melihat langkah yang dilakukan departemen kebudayaan dan pariwisata di dunia online. Selama ini saya pikir, orang-orang departemen itu gaptek, dan tidak melek teknologi.

Ternyata pemikiran ini salah. Saya melihat banyak sekali banner tentang Visit Indonesian Year terpasang bukan hanya di media mainstream seperti portal berita dll. Banner ini ternyata juga eksis di berbagai blog, termasuk Indobackpacker, yaitu blog dari para pecinta jalan-jalan berbudget murah.

Dan yang lebih seru lagi, ternyata mereka juga memanfaatkan Facebook untuk melakukan kampanye. Dan kampanye ini tampaknya lumayan berhasil. Karena groups yang dibentuknya hingga hari ini mampu menyedot simpatisan hampir 13.000 orang. Dan banyak dari simpatisan ini adalah orang-orang asing, dan orang Indonesia yang berada di luar negeri.

Bayangkan dengan membentuk groups di facebook yang gratis ini, mereka bisa mempromosikan situs wisata Indonesia, dan juga file video serta gambar kecantikan alam dan kebudayaan Indonesia. Langkah yang sangat inovatif, disaat para pemasar lainnya bahkan masih gagap dengan teknologi ini.

Disini, para simpatisan juga bisa mengirimkan komentar yang bisa dibaca oleh semua orang. Jadi paling tidak mereka juga bisa mendapatkan insight seperti apa sih cara pandang konsumen tentang Indonesia.

Ini sebuah langkah yang murah dan tepat, karena apa? Target audiens dari Visit Indonesian Year 2008 kan terutama dari manca negara. Dan teknologi internet mampu menjangkau mereka, dengan biaya yang sangat murah.

Jakarta, 180608
Lost in time...

Friday, June 06, 2008

Gebrakan Baru Toyota Menggandeng Blogger

Toyota sepertinya layak diacungi jempol sebagai perusahaan yang sangat inovatif. Setelah sebelumnya Toyota, berhasil membuat kehebohan dengan mengundang Blogger dalam acara Luncheon. Kali ini Toyota kembali dengan sebuah terobosan baru dengan mengadakan blogger writing competition, dengan tema "Liburan Bersama Kijang".

Beberapa perusahaan memang telah melakukan hal serupa. Namun jelas ini menjadi berbeda karena, pertama Toyota menawarkan hadiah yang sangat besar, liburan ke Disneyland. Kedua, Toyota memasang iklan justru di sarangnya yaitu di blog-blog kenamaan, seperti Raditya Dika, Venus, dan Ndoro Kakung. Sehingga iklan yang dipasang memang tepat sasaran, dan langsung bisa terukur seberapa dampaknya pada brand awareness Kijang, dan acara ini sendiri.

Saat ini pemasar tidak bisa lagi menggunakan cara-cara yang biasa untuk memasarkan produknya, dan membuat sebuah produk dikenal oleh publik. Internet dengan segala potensinya mempunya potensi yang sangat besar untuk menciptakan word of mouth sebuah produk. Namun belum banyak pemasar yang mau melakukan hal ini, dengan berbagai alasan.

Terbukti dalam beberapa hari saja, lomba ini menjadi perbincangan di beberapa posting blog, seperti di Virtual, Dian K Irawaty, Bungcip, Mukhlason, Wikimu. Lalu tunggu apalagi??? Saatnya Anda menjadi yang pertama di kategori. Karena yang pertama selalu yang teringat dibenak konsumen.

Jakarta, 090608
Great Monday

Thursday, June 05, 2008

Libur Lebaran…

Liburan lebaran adalah saat yang paling menyenangkan. Karena saat inilah aku bisa berkumpul bersama Bapak, Adik, keluarga besar, dan juga teman-teman lama. Ada sebuah tradisi di keluarga kami, untuk bepergian ke tempat wisata di hari ketiga Lebaran.

Hari pertama biasanya diisi dengan berkunjung ke keluarga dekat untuk bersilaturahmi, dan bermaaf-maafan. Lebaran kedua, biasanya diisi dengan acara halal-bihalal keluarga besar. Nah di hari lebaran ketiga, saatnya kita berlibur ke tempat wisata.

Tahun lalu, kami pergi ke pemancingan. Pemancingan adalah tempat favorit, karena disana kita bisa berkumpul dalam suasana santai, dan penuh keakraban. Pagi-pagi benar semuanya sudah bersiap. Kita biasanya pergi beramai-ramai satu keluarga besar. Untung kita pakai Kijang, jadi bisa muat banyak.

Biasanya kalo acara liburan begini, bukan hanya keluarga inti yang ikutan. Ada nenek, tante, om, sepupu, keponakan, semuanya ikutan deh. Biasanya kita pergi dengan beberapa mobil, tentunya mobil Kijang kesayangan gak pernah ketinggalan.

Soalnya Kijang kan bisa muat banyak orang, terus gak terlalu ribet kalo jalannya gak rata. Kalau bawa mobil sedan wahhh bisa kacau, takutnya terjebak di lobang, soalnya kan bodinya lebih pendek.

Satu lagi enaknya naik Kijang, bisa rame-rame semobil, jadi sepanjang perjalanan bisa sambil ngerumpi-ngerumpi dan nyanyi-nyanyi. Maklumlah semua orang kan sibuk dengan kerjaan, sekolah, kuliah dll. Belum lagi tempatnya mencar-mencar di berbagai kota.

Saat liburan lebaran adalah saat untuk berkumpul dan berbagi cerita. Setiap momen menjadi sangat berarti. Kijang dengan ruang yang lega, dan kapasitas yang besar sangat pas untuk menambah kehangatan diantara kami.

Terima kasih Kijang, berkat Kijang, liburanku menjadi lebih bermakna….

Jakarta, 050608
On The Shiny Day

Wednesday, June 04, 2008

Blogging Bubble, How High Can You Go?

BusinessWeek edisi Indonesia edisi 11 Juni 2008, membahas "Masa Depan Blog" sebagai topik utama. Satu hal yang menjadi perhatian adalah, apakah gelembung blog akan meletus seperti halnya tren yang terjadi di industri dotcom beberapa tahun lalu? Berdasarkan data yang ditulis, technorati mencatat saat ini ada 74 juta blog di dunia, namun saat ini yang aktif hanya sekitar 2-4juta blog. Blog yang dikategorikan aktif, adalah blog yang di update dalam dua bulan terakhir.

Tampaknya di Amerika Serikat, blog sudah mengalami tren penurunan. Walaupun diprediksi, gelembung blog tidak akan meletus. Kalau menurut saya, tren penurunan adalah sebuah kewajaran, karena gelombang teknologi terbaru terus berdatangan. Dan sebagian besar orang, akan beralih ke teknologi baru yang lebih seksi dan mempesona.

Namun seperti halnya teori Darwin, survival of the fittest. Maka dunia blogging akhirnya hanya akan menyisakan para blogger kenamaan yang punya banyak penggemar. Dimana para penggemar itulah yang memberikan energi bagi mereka untuk terus menulis.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Dunia blogging di Indonesia sepertinya baru marak setahun belakangan ini. Dunia blog banyak dilirik, setelah acara Pesta Blogger, yang kemudian mendapatkan liputan yang sangat luas.

Oleh karena itu, dunia blogging di Indonesia sedang masuk dalam tahap pertumbuhan, dan setidaknya masih akan bertumbuh selama satu atau dua tahun ke depan. Dan menurut analisa saya, ada beberapa hal yang menyebabkan blogging akan tetap bertahan, dan terus tumbuh subur di negeri ini.

Pertama
Masyarakat kita itu sedang mengalami euforia dengan kebebasan pers. Jadi blogging menjadi sarana untuk "berteriak", dimana saluran ini dulu tersumbat.

Kedua
Konsumen kita suka berbagi, terutama pengalaman pribadi. Sekaligus kita suka mencari tahu urusan orang lain. Ya jadinya kloplah sudah. Jadi jangan heran bila banyak blog di Indonesia, yang bercerita tentang pengalaman pribadi pun, banyak dikunjungi dan banyak pula dikomentari.

Ketiga
Tipikal orang Indonesia itu, agak konservatif. Tidak terlalu suka mencoba hal-hal baru. Kebanyakan akhirnya mencoba hal baru akibat tekanan sosial, dan ikut-ikutan. Dan karena konservatif ini, biasanya lebih loyal. Silahkan saja lihat, di luar negeri, trennya orang lebih banyak menggunakan Facebook atau Myspace. Tapi konsumen kita, masih setia dengan Friendster.

Jadi ini bisa jadi referensi bagi para pemasar dan praktisi PR di Indonesia. Perkembangan blog di Indonesia sedang bergairah, apabila target audiens Anda ada disana. Sebaiknya segera mendalami dunia ini.

Jakarta, 040608
Afternoon Session

Monday, June 02, 2008

Saatnya PR Kembali ke Selera Asal...

Hari saya membaca sebuah artikel yang menarik, tentang Social PR. Dalam blog ini, konsep intinya adalah mengintegrasikan PR, pemasaran, dan media baru yang sedang menjadi tren saat ini, misalnya situs jaringan sosial, blog dll.

Sebenarnya seperti apa yang ditulis diakhir artikel ini. Ini hanyalah sebuah istilah baru, untuk sebuah praktek yang telah lama dilakukan di dunia PR. Yaitu sebuah semangat untuk memberikan kontribusi bagi komunitas dan masyarakat, yang sempat ditinggalkan selama 20-30 tahun belakangan.

Selama ini, PR telah mengalami perkembangan yang luarr biasa, dimana PR bertugas untuk mengontrol pemberitaan media. Ya, itu sangat mudah dilakukan, ketika media besar mendominasi, dan pihak-pihak yang bisa melakukan publikasi sangat terbatas.

Namun era seperti ini sepertinya tidak relevan lagi saat ini, kini saatnya PR bertugas untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen. Bukan saatnya lagi PR berpikir untuk menjadi Sang Dewa pengendali. Ini eranya semua orang bebas berbicara.

Sudah saatnya PR kembali ke selera asal. Berbicara tentang kejujuran, tanpa bisa ditutup-tutupi lagi...

Jakarta, 020608
Late Night