Thursday, August 07, 2008

Kontemplasi Pagi Hari...

Yayaya, ada saatnya hidup sedang mengalami penurunan. Drastis, hopeless, don't know what to do... Namun pertanyaan selanjutnya apakah akan menyerah begitu saja pada keadaan? Tidak-tidak, tentu saja.

Walaupun kekesalan itu segunung, walau kemarahan itu kadang membuncah. Apalagi kalau kau tahu, bahwa kamu hanya dijadikan tumbal untuk sesuatu yang orang lain menghindari untuk melakukannya. Ketika kau tahu, seseorang masuk, dan tahu ini akan sulit, maka kau diseret untuk membilas dan merampungkan.

Pantaskah aku marah? Jangan-jangan aku yang terlalu reaktif menanggapi keadaan. Deuhhhh kadang hidup ini terlalu kompleks untuk dinalar. Kadang butuh kesabaran luar biasa untuk menghadapi tekanan, dan ekspektasi yang begitu besar dari begitu banyak orang.

Pertanyaannya tak selamanya kita bisa menjadi Batman yang baik hati, tapi kadang wajah-wajah Joker sesekali muncul. Dan itu juga terjadi pada orang lain. Saat seperti inilah, saat dimana empati, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan benar-benar teruji.

070808
Sebuah Pagi Khas Jakarta...

1 comment:

fika said...

Pagi yang agak kelabu ya,Tuhu. Fika juga pernah merasa kaya gitu. Istilah fika "kelelahan batin". Serasa 'being used' krn kita selalu siap membantu. Terbebani dengan tuntutan "kamu harus inovatif dan membuat perubahan",hmmm. Kalo dah bgitu obatnya buat fika cuma satu: Pulang ke Bandung :) must have refreshing..