Monday, May 12, 2008

Demo dan Menciptakan Opini Publik Via Blog

Pagi ini saya terhenyak saat mengecek Google Readers, posting Mbelgedez di blognya menurut saya merupakan fenomena menarik. Dia meminta para pembacanya yang setia, untuk membuka blog FORKOM ARAS.

Blog ini dibangun, sebagai solidaritas atas sebuah travel agent, yang uang depositnya belum dikembalikan oleh Adam Air. Sepertinya dari blog ini, para pengusaha travel agent sedang melakukan protes, dan berusaha menarik opini publik sebanyak-banyaknya untuk mendukung mereka.

Lihatlah, postingan beliau, yang mengajak semua orang untuk kasih komentar. Tujuannya agar peringkatnya naik di wordpress, dan pada akhirnya akan membuat blognya terdeteksi dan dikunjungi semakin banyak orang. Itu pun masih ditambah lagi dengan video yang di upload di youtube.

Fenomena ini menarik karena beberapa hal. Pertama, ternyata blog saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Semenjak blog menjadi tren, dan orang gemar menulis dan membaca blog. Banyak orang yang kemudian menggunakan blog, untuk beragam kepentingan. Kedua, terjadi pergeseran strategi untuk melakukan demo dan membangun opini publik.

Mereka-mereka yang telah melek teknologi, tidak mau lagi capek-capek demo di jalanan, yang berisiko ditonjok polisi. Atau mengirimkan surat protes ke media cetak atau elektronik, dimana ini juga membutuhkan jalan panjang. Yang paling penting kan esensinya, menarik perhatian publik sebanyak-banyaknya.

Mereka lebih memilih consumer generated media, dimana merekalah yang memegang kontrol. Dan mereka yang melek teknologi ini, tahu bagaimana caranya mendatangkan banyak pengunjung, untuk menyebarkan idenya.

Untung saja Adam Air sudah karam. Bagaimana kalau ini adalah produk dimana Anda sebagai Marketing Manager atau PR Manager? Bukankah dampaknya akan sangat luas bagi keberlangsungan produk Anda?

Oli Top 1, dan Mizone sempat kalang kabut, karena isu miring yang beredar di mailing list tentang produk mereka. Mereka tidak segera menanganinya sejak awal, dan pada akhirnya mereka mengeluarkan dana yang sangat besar, untuk memulihkan kepercayaan. Hanya karena mereka abai, dan tidak mendeteksi sejak dini. Bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 120508
Menuju Makan Siang

1 comment:

Mbelgedez said...

Ke...ke...ke...

Bisa ajah situ....