Wednesday, May 14, 2008

Di Online PR dan MarCom, Lupakan Bahasa Press Release...

Ini adalah tantangan terbesar yang mungkin akan dihadapi oleh para praktisi PR. Mereka akan tergagap-gagap saat harus berkomunikasi di online. Praktisi PR terbiasa menulis dengan bahasa resmi, elegan, dan terkesan dingin, seperti halnya ketika membuat press release.

Padahal di dunia internet, Anda tidak bisa lagi melakukan yang sama. Di internet, audiens Anda bukan wartawan yang butuh naskah yang menjadi sumber berita mereka. Di internet, Anda akan bertemu langsung dengan beragam pembaca. Dia bisa jadi kompetitor, wartawan, atau konsumen Anda.

Pembaca Anda yang sangat beragam pastinya membingungkan. Jadi Anda diharapkan mempunyai kemampuan menulis dengan gaya yang berbeda. Bahasa yang lebih gaul, lebih seperti sebuah dialog dengan bahasa lisan. Karena perkembangan internet saat ini, mendorong kita menjadi sangat interaktif. Sesuatu yang tidak dimungkinkan oleh media lainnya. Setiap tulisan Anda, akan segera ketahuan responnya. Kolom komentar memungkinkan semua orang bisa bersuara.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jangan menulis terlalu panjang dan bertele-tele. Pembaca sudah malas melihat tulisan Anda yang terlalu panjang. Kebiasaan orang membaca di internetitu hanya sekedar scanning. Jadi buatlah poin-poin untuk hal-hal yang dianggap penting.

Jakarta, 140508
Sore yang Cerah

1 comment:

Nivell Rayda said...

Bener banget nih Mas Tuhu. Praktisi PR mengaku sudah 2.0 padahal cuma 'copy' 'paste' press release ke website, spamming, blasting dan nge'bomb' sehingga intrusif dan kontraproduktif. Aku setuju digital pr atau online pr perlu mindset yang berbeda.

Mungkin kita perlu recommend buku "beyond buzz" kepada mereka. Di buku itu ditunjukkan cara mengubah pesan transactional menjadi conversational yang lebih engaging.

Kita di InDiPR juga banyak nulis tentang digital/onlie pr. Berkunjung ya!