Monday, May 12, 2008

"Perempuan Suci", Feminisme Timur, dan Perubahan Sosial Pakistan


Novel pertama karya Qaisra Sahraz ini memang sangat menganggumkan. Tokoh utamanya adalah Zarri Bano, seorang wanita muda, modis, cantik, dan sangat cerdas lagi kaya raya. Ia adalah seorang aktivis feminis, yang menganut kebebasan. Hingga akhirnya, Sang Ayah memerintahkan menjadi seorang Perempuan Suci.

Dengan status ini, Zarri Bano, harus mengubah kehidupannya secara total. Ia tidak boleh menikah, dan mengabdi sepenuhnya pada ilmu agama. Dan ia harus berbalur Burqa hitam, sebagai simbol status barunya ini. Status ini dipaksakan oleh Sang Ayah, untuk melindungi harta warisan keluarga, karena anak lelaki dalam keluarganya mati muda.

Novel yang sangat mengejutkan, dan menguras emosi. Anda akan dibawa bersedih, tersentuh, melayang oleh ceritanya yang romantis. Dan suatu saat akan marah, tentang sistem patriarki yang sangat tidak adil.

Alur besarnya sangat bisa ditebak, bergaya khas alur film Bollywood yang mendayu. Namun jangan berprasangka dulu hingga Anda masuk ke dalamnya. Di sana Anda akan melihat sudut pandang Islam, untuk menjelaskan kepada dunia Barat yang selama ini berpandang curiga.

Di sini, Anda juga akan menemukan bagaimana feminisme menemukan bentuknya dalam konteks budaya Timur. Feminisme ditampilkan dengan tetap berbungkus kepatuhan pada orang tua, bukan meledak-ledak dan frontal seperti yang dilenggangkan oleh Ayu Utami, dalam Saman.

Aku paling suka dengan alasan, Zarri Bano menerima putusan sebagai Perempuan Suci. Yaitu saat ayahnya, mengatakan "Kau butuh lelaki dalam hidupmu". Jadi dia sebenarnya sedang melawan patriarki itu sendiri, dengan menjadi seorang Perempuan Suci. Bukan justru sebaliknya, seperti yang dituduhkan oleh orang-orang sekitarnya.

Disini, Anda juga akan menemukan perubahan sosial dari tiga generasi keluarga Pakistan. Sebuah perubahan cara pandang dari masyarakat agraris berbalut konsep islami, menuju masyarakat industri modern. Hal ini digunakan dengan perlambang keluarga Zarri Bano yang merupakan Tuan Tanah turun temurun, dan keluarga Sikander yang merupakan tunangan Zarri Bano, yang berasal dari keluarga kaya baru. Seorang pebisnis, yang tinggal diperkotaan.

Jakarta, 120508
Hari Mulai Menua...

2 comments:

MACCHIATO said...

Wow buku yang menarik tampaknya



ciao
unmacchiato.blogspot.com

Anonymous said...

aku pernah baca buku ini, yang paling aku tangkep dari sini selain tentang keputusasaan zarri bano juga tentang kisah cintanya yang bikin deg2an^^